Putra Netanyahu Terlibat Konfrontasi Kekerasan dengan Ayahnya, Ungkap Mantan Pengawal

Anak Netanyahu

Al-Quds, Purna Warta – Seorang mantan anggota tim pengamanan pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan adanya insiden kekerasan di dalam keluarganya, dengan menyebut bahwa putra Netanyahu terlibat dalam konfrontasi kekerasan dengan sang ayah.

Ami Dror, yang pernah menjabat sebagai kepala tim pengamanan Netanyahu, membagikan rincian mengejutkan mengenai istri dan putra Netanyahu dalam sebuah wawancara podcast dengan surat kabar Israel, Maariv.

Ia mengatakan bahwa Yair Netanyahu terlibat dalam konfrontasi kekerasan dengan ayahnya yang memerlukan intervensi dari orang-orang yang berada di lokasi kejadian. Dror menggambarkan insiden tersebut sebagai konfrontasi serius, bukan sekadar perselisihan kecil.

Dalam wawancara yang sama, Dror juga menyampaikan penilaian pribadi yang keras terhadap Netanyahu, dengan menyatakan bahwa perdana menteri Israel tersebut “tidak pernah menjadi sosok yang beretika.”

Ia menggambarkan Netanyahu sebagai seseorang yang “makan di restoran tanpa membayar dan membebankan biayanya kepada orang lain,” seraya menambahkan bahwa “kekuasaan justru memperburuk keadaan—baik bagi dirinya, keluarganya, maupun lingkungan di sekitarnya.”

Terkait istrinya, Sara Netanyahu, Dror menyebutnya sebagai “perempuan yang penuh niat jahat,” yang memusatkan kekuasaan di dalam rumah tangga serta memengaruhi proses hukum guna melindungi kepentingan keluarganya.

Mantan pengawal tersebut juga menegaskan kembali bahwa Netanyahu seharusnya dijatuhi hukuman penjara, dengan menyebut bahwa ia telah lama terjerat dalam serangkaian kasus korupsi yang mendominasi lanskap politik Israel.

Pada November 2019, jaksa agung Israel mendakwa Netanyahu atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah, menjadikannya perdana menteri Israel pertama yang diadili saat masih menjabat.

Kasus-kasus tersebut melibatkan penerimaan hadiah dari para dermawan kaya, pembahasan mengenai keuntungan regulasi atau legislasi sebagai imbalan atas pemberitaan media yang menguntungkan, serta pemberian keuntungan bisnis kepada sebuah perusahaan telekomunikasi dengan imbalan liputan positif.

Persidangan Netanyahu telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan kemunculan berulang di pengadilan hingga tahun 2024 dan 2025.

Selain itu, perdana menteri Israel yang paling lama menjabat tersebut juga menghadapi tuduhan kejahatan perang paling berat terhadap warga Palestina, dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya pada November 2024.

Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki melaporkan pada September lalu bahwa rezim Netanyahu telah melakukan genosida di Gaza. Komisi tersebut menyerukan kepada komunitas internasional untuk memenuhi kewajiban hukumnya berdasarkan hukum internasional dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *