Riyadh, Purna Warta – Arab Saudi menginginkan Suriah, bukan wilayah pendudukan, sebagai jalur transit kabel serat optik yang dirancang untuk menghubungkan kerajaan tersebut dengan Yunani melalui Laut Mediterania, demikian menurut sebuah laporan.
Desakan Riyadh agar koneksi tersebut dialihkan melalui Suriah, alih-alih melalui wilayah pendudukan seperti yang sebelumnya dibahas, muncul di tengah upaya kerajaan untuk memperkuat posisi penguasa baru Suriah yang didukung Amerika Serikat dan Israel, lapor Middle East Eye pada Kamis.
Athena, pada bagiannya, tengah memposisikan diri sebagai jembatan antara Eropa dan kawasan Asia Barat di berbagai sektor seperti energi, real estat, dan kecerdasan buatan, tambah laporan itu.
Yunani dan Arab Saudi mengumumkan proyek East to Med Data Corridor (EMC) pada 2022. Inisiatif tersebut merupakan kemitraan bersama antara Saudi Telecom (STC), penyedia listrik Yunani PPC, serta perusahaan telekomunikasi dan aplikasi satelit Yunani TTSA.
Pada saat itu, Arab Saudi tengah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai kesepakatan yang akan membuatnya menormalisasi hubungan dengan rezim Israel.
Dua tahun kemudian, kelompok teroris Takfiri Hayat Tahrir al-Sham yang dipimpin mantan komandan Daesh dan al-Qaeda, Abu Mohammed al-Jolani, melancarkan ofensif besar-besaran di seluruh Suriah.
Rezim Israel secara signifikan meningkatkan serangannya terhadap infrastruktur sipil dan pertahanan negara Arab tersebut secara bersamaan selama ofensif yang menggulingkan pemerintahan terpilih secara demokratis Suriah yang dipimpin oleh Bashar al-Assad.
Sejak pengambilalihan tersebut, Amerika Serikat juga dengan cepat meningkatkan hubungan dengan pejabat baru Suriah.
“Permintaan Arab Saudi untuk transit melalui Suriah merupakan hal baru. Orang-orang mencari rute darat tambahan antara Samudra Hindia dan Mediterania. Suriah adalah pilihan lain, jika orang merasa nyaman dengan situasi politik yang terus berkembang di sana,” ujar Julian Rawle, konsultan kabel serat optik bawah laut yang berbasis di AS, kepada Middle East Eye.
Dorongan investasi di Suriah
“Bagi Arab Saudi, Damaskus berada di jantung konektivitas regional,” kata seorang pejabat Barat yang mengetahui dorongan investasi Riyadh. “Saudi ingin jalan raya, kabel, dan jalur kereta api melintasi Suriah.”
Pada Februari, STC mengumumkan akan menginvestasikan sekitar 800 juta dolar AS dalam infrastruktur telekomunikasi Suriah. Kantor berita resmi kerajaan menyatakan bahwa rencananya adalah “menghubungkan Suriah secara regional dan internasional melalui jaringan serat optik yang membentang lebih dari 4.500 kilometer.”
Kristian Coates Ulrichsen dari Rice University’s Baker Institute mengatakan langkah tersebut mencerminkan perubahan regional yang lebih luas.
“Proyek seperti ini sejalan dengan upaya Arab Saudi untuk mengintegrasikan kembali Suriah ke dalam tatanan regional,” ujarnya.
“Ini menunjukkan adanya perubahan sikap di Riyadh,” katanya kepada Middle East Eye.


