Penembakan Massal terhadap Pencari Bantuan Berlanjut di Gaza

Penembakan Massal Bantuan

Gaza, Purna Warta – Pasukan Israel lakukan penembakan massal terhadap warga Palestina yang sedang mengumpulkan bantuan makanan di Gaza selatan pada hari Jumat, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai lebih dari 100 orang, menurut pejabat kesehatan setempat dan para saksi.

Baca juga: Anak-anak Tewas Saat Serangan Israel Melanda Gaza saat Idul Adha

Para saksi mengatakan penembakan massal itu terjadi sekitar pukul 6 pagi waktu setempat (03:00 GMT) di dekat lokasi distribusi bantuan di Rafah, tempat ribuan warga Palestina berkumpul dengan harapan mendapatkan makanan.

Adham Dahman, 30 tahun, berbicara dari Rumah Sakit Nasser dengan perban di dagunya, mengatakan sebuah tank menembaki kerumunan.

“Kami tidak tahu bagaimana cara melarikan diri,” katanya kepada Associated Press. “Ini jebakan bagi kami, bukan bantuan.”

Saksi lain, Zahed Ben Hassan, mengatakan seorang pria yang berdiri di sampingnya tertembak di kepala.

“Mereka mengatakan itu adalah area aman dari pukul 6 pagi hingga 6 sore,” katanya. “Jadi mengapa mereka mulai menembaki kami? Saat itu cahaya redup, dan mereka membawa kamera dan dapat melihat kami dengan jelas.”

Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) sebelumnya mengunggah di Facebook bahwa mereka akan mendistribusikan makanan di lokasi-lokasi di Wadi Gaza dan al-Mawasi, Rafah.

Saat orang-orang berkumpul di kedua lokasi tersebut, pasukan Israel dilaporkan menggunakan peluru tajam dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Di Rafah saja, empat orang tewas dan sekitar 100 orang terluka, banyak yang mengalami luka di leher, dada, dan kepala, kata dokter.

Petugas medis menggambarkan kondisi korban luka kritis dan sulit diobati. Insiden terpisah terjadi di lokasi distribusi GHF lainnya di Gaza tengah, di mana sedikitnya satu warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka.

Menurut penduduk setempat, lokasi distribusi tersebut menjadi semakin berbahaya. “Satu-satunya alasan kami pergi adalah karena itu satu-satunya sumber makanan bagi keluarga kami,” kata seorang pria.

Baca juga: Penangkapan Berulang Dilaporkan Saat Israel Menargetkan Kota-Kota Tepi Barat

“Namun tempat-tempat ini tidak aman. Kami tidak punya tempat lain untuk dituju.”

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 108 warga Palestina tewas dan 393 lainnya cedera akibat serangan Israel di wilayah kantong itu dalam 24 jam terakhir.

Sejak 7 Oktober 2023, dilaporkan 54.880 orang tewas dan 126.227 lainnya cedera di Gaza.

Sejak gencatan senjata berakhir pada bulan Maret, pasukan Israel telah menewaskan 4.603 warga Palestina dan melukai 14.186 lainnya, tambah kementerian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *