Pemerintah Gaza: Israel Langgar Perjanjian Gencatan Senjata Gaza Hampir 500 kali, Tewaskan 342 Warga Palestina

Palestinian

Gaza, Purna Warta – Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa militer Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata Gaza sedikitnya 497 kali dalam 44 hari, menewaskan ratusan warga Palestina dan melukai banyak lainnya sejak gencatan senjata antara Hamas dan rezim Tel Aviv mulai berlaku pada 10 Oktober.

Baca juga: Hamas Bantah Tuduhan Israel Bahwa Pihaknya Meninggalkan Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza Sebagai “Kebohongan Belaka”

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu, disebutkan bahwa 342 warga sipil telah kehilangan nyawa dan 875 lainnya terluka akibat serangan tersebut, dengan sebagian besar korban merupakan anak-anak, perempuan, dan lansia.

Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam Israel karena secara sistematis melanggar kesepakatan melalui serangan mematikan dan serbuan berkelanjutan.

Disebutkan pula bahwa 27 pelanggaran tercatat pada hari Sabtu saja, yang mengakibatkan 24 orang tewas dan 87 lainnya terluka.

Kantor media menggambarkan pola tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan protokol kemanusiaan yang terkait dengan perjanjian gencatan senjata.”

Sejak 10 Oktober, Israel telah melakukan 142 penembakan yang menargetkan warga sipil, rumah-rumah, dan tenda pengungsi; 21 kali penerobosan darat melewati apa yang disebut ‘garis kuning’; 228 serangan dari udara, artileri, dan pasukan darat; serta 100 penghancuran rumah dan bangunan sipil, yang menurut kantor tersebut merupakan bentuk “hukuman kolektif” dan upaya memperluas kehancuran.

“Kami mengutuk sekeras-kerasnya pelanggaran serius dan sistematis yang terus dilakukan oleh otoritas pendudukan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata,” kata pernyataan itu.

“Pelanggaran ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan protokol kemanusiaan yang melekat pada kesepakatan tersebut. Di antara pelanggaran itu, 27 terjadi hari ini, Sabtu, yang mengakibatkan 24 syahid dan 87 terluka,” lanjutnya.

Kantor tersebut menegaskan bahwa Israel memikul tanggung jawab penuh atas dampak kemanusiaan dan keamanan dari pelanggaran-pelanggaran itu.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa serangan terbaru dilancarkan setelah seorang pejuang Hamas menyerang tentara Israel di wilayah yang diduduki Israel di dalam garis kuning.

Hamas menyerukan Israel untuk mengungkap identitas individu yang dikatakan telah menyerang pasukan Israel tersebut.

Baca juga: Puluhan Ribu Orang Gelar Aksi di Tel Aviv Menuntut Penyelidikan atas Peristiwa 7 Oktober

Izzat al-Risheq, seorang pejabat tinggi biro politik Hamas, mendesak para mediator kesepakatan Gaza dan pemerintah AS untuk menekan Israel agar membuktikan klaimnya dan menjalankan perjanjian Gaza.

“Israel sedang mengarang dalih untuk menghindari kesepakatan dan kembali pada perang pemusnahan,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Justru Israel-lah yang melanggar kesepakatan setiap hari dan secara sistematis.”

Risheq juga membantah laporan yang menyebutkan bahwa Hamas telah menarik diri dari gencatan senjata.

Dalam serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023, rezim tersebut telah menewaskan sedikitnya 69.733 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai 170.863 lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *