Pelanggaran Hampir Setiap Hari Oleh Israel Hancurkan Gencatan Senjata Gaza, Tewaskan Ratusan dan Perluas Kehancuran

Killing

Gaza, Purna Warta – Rezim Israel terus melancarkan serangan mematikan di seluruh Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 340 warga Palestina dalam hampir 500 pelanggaran yang terdokumentasi sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza.

Baca juga: Hamas Desak Penjamin Gencatan Senjata Bertindak Setelah Serangan Israel Tewaskan 22 Warga Palestina di Seluruh Gaza

Otoritas di wilayah pesisir tersebut mengatakan bahwa rezim Israel menggunakan jeda ini bukan untuk meredakan eskalasi, melainkan untuk memperkuat pendudukan, memperluas operasi militer, dan meningkatkan kekerasan terhadap populasi sipil yang sudah hancur.

Dalam rincian laporan yang dirilis pada Sabtu, otoritas setempat melaporkan bahwa rezim tersebut telah melakukan 497 pelanggaran terhadap perjanjian tersebut.

Pelanggaran itu mencakup 142 penembakan yang menargetkan warga sipil, rumah-rumah, dan tenda-tenda pengungsi; 228 serangan udara, artileri, dan darat; serta 100 penghancuran struktur hunian dan bangunan sipil.

Laporan itu juga mencatat 21 kali penerobosan di luar “garis kuning,” batas yang sebelumnya disepakati tidak akan dilanggar oleh rezim Israel.

Sebanyak 35 warga Palestina juga telah ditangkap dalam penggerebekan dan operasi militer, tambah mereka.

Hanya pada hari Sabtu, terjadi 27 pelanggaran baru, yang mengakibatkan 24 warga Palestina tewas dan 87 lainnya terluka.

Kantor media tersebut menggambarkan pola serangan ini sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum humaniter internasional dan bukti jelas bahwa Tel Aviv bermaksud “menciptakan realitas baru yang berdarah” di wilayah Palestina.

Tim pertahanan sipil, yang kewalahan dan kelelahan, melaporkan telah menemukan sedikitnya 22 jenazah tambahan dari reruntuhan rumah-rumah dan kendaraan sipil yang dibombardir dalam 24 jam terakhir.

‘Kekerasan itu tak pernah berhenti’

Warga Gaza mengatakan gencatan senjata hanya ada di atas kertas. Seorang jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari Gaza City menyatakan bahwa ratusan warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober. Ia mengatakan penduduk hidup dalam ketakutan terus-menerus karena drone Israel terus berputar di atas kepala, tembakan artileri yang tak henti, dan pasukan Israel yang masih menempati lebih dari separuh wilayah Gaza, meski kesepakatan melarang hal tersebut.

Baca juga: Hamas Kecam Undang-Undang Baru PA Tentang Pemilihan Dewan Lokal Sebagai Tindakan Eksklusif

Gerakan perlawanan Hamas di Gaza mengecam serangan-serangan terbaru sebagai “pelanggaran sistematis” yang dilakukan berdasarkan “dalih-dalih yang dibuat-buat.”

Kelompok itu mendesak para mediator, khususnya Amerika Serikat, untuk menegakkan kewajiban yang seharusnya dipatuhi rezim Israel dan menghentikan apa yang mereka gambarkan sebagai upaya sengaja Tel Aviv untuk merusak perjanjian tersebut.

Kampanye genosida yang tak pernah benar-benar berhenti

Sejak Oktober 2023, perang genosida yang dilakukan rezim terhadap Gaza—yang seharusnya dihentikan oleh perjanjian tersebut—telah menewaskan hampir 70.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Lebih dari 170.800 orang telah terluka, dan hampir seluruh populasi telah mengungsi.

Seluruh lingkungan permukiman juga telah berubah menjadi puing-puing yang tidak layak huni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *