PBB: Relawan dan Warga Sipil Jadi Sasaran Serangan Terbaru di Gaza

Gaza, Purna Warta – Perserikatan Bangsa-Bangsa telah melaporkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza, dengan meningkatnya korban di kalangan pekerja bantuan, pembatasan ketat pada upaya bantuan, dan pengungsian massal warga sipil akibat operasi militer Israel yang sedang berlangsung. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan bahwa delapan pekerja bantuan tewas di Gaza selama seminggu terakhir, sehingga jumlah total personel kemanusiaan yang tewas sejak Israel melancarkan kampanye militernya pada Oktober 2023 menjadi 399.

Menurut laporan situasi terbaru OCHA, militer Israel telah mengungsikan 142.000 warga Palestina dari rumah dan tempat penampungan sementara mereka antara tanggal 18 dan 23 Maret.

Operasi kemanusiaan di dalam Gaza telah sangat terhambat, dengan Israel memblokir semua pengiriman bantuan ke wilayah tersebut selama lebih dari tiga minggu. Selain itu, pasukan Israel telah menolak sebagian besar permintaan dari organisasi bantuan untuk mengoordinasikan pergerakan di dalam Jalur Gaza.

Antara tanggal 18 dan 25 Maret, serangan Israel menewaskan 792 warga Palestina dan melukai 1.633 lainnya, OCHA melaporkan, yang semakin memperburuk krisis di daerah kantong yang dilanda perang tersebut.

Lebih dari 50.000 warga Palestina telah tewas, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 113.900 orang terluka dalam serangan militer Israel yang brutal di Gaza sejak Oktober 2023.

Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *