PBB Peringatkan Serangan Pemukim di Tepi Barat telah Menggusur 880 Keluarga Palestina

880 Palestinian

New York, Purna Warta – Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, memperingatkan bahwa serangan oleh para pemukim di Tepi Barat yang diduduki telah menyebabkan sekitar 880 keluarga Palestina terusir.

Dujarric memperingatkan dalam konferensi pers pada Jumat bahwa kekerasan yang terus berlangsung dan praktik-praktik koersif oleh pasukan Israel serta kelompok pemukim di Tepi Barat telah menyebabkan korban luka, penghancuran properti, dan penggusuran paksa.

“Secara keseluruhan, sejak Januari 2023 hingga 16 Februari, sekitar 880 keluarga Palestina, atau lebih dari 4.700 orang, telah mengungsi di seluruh Tepi Barat akibat serangan pemukim dan pembatasan akses,” ujarnya.

Dujarric menyoroti bahwa pasukan Israel menewaskan tiga warga Palestina antara 3 hingga 16 Februari, sehingga jumlah korban tewas tahun ini menjadi sembilan orang, termasuk dua anak.

Pasukan Otoritas Palestina menembak mati seorang anak laki-laki di Tammoun saat upaya penahanan terhadap ayahnya, kata juru bicara tersebut.

“Dalam periode yang sama, setidaknya 86 serangan pemukim Israel tercatat, yang mengakibatkan lebih dari 60 warga Palestina terluka dan sekitar 146 orang mengungsi. Warga di 60 komunitas terdampak oleh serangan-serangan tersebut,” tambahnya.

Dujarric juga menyinggung insiden tertentu, dengan menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam pembunuhan Nasrallah Abu Siam, warga berusia 19 tahun berkewarganegaraan ganda Palestina-Amerika yang ditembak dan diserang dalam serangan oleh pemukim Israel di desa Mukhmas.

“Sekretaris Jenderal menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap keadaan insiden ini serta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban. Ia juga mendesak pemerintah Israel untuk mengambil langkah-langkah konkret guna menghentikan dan mencegah segala bentuk kekerasan oleh pemukim Israel terhadap penduduk Palestina, sesuai dengan kewajiban mereka sebagai kekuatan pendudukan,” kata juru bicara tersebut.

Seorang pejabat lokal Palestina terluka pada Kamis malam ketika sekelompok pemukim Israel ilegal menyerbu sebuah desa di Tepi Barat utara yang diduduki.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa sekitar 30 pemukim ilegal menyerbu desa al-Malih dan menyerang kepala dewan Mahdi Daraghmeh, sehingga ia memerlukan perawatan medis dan dipindahkan ke pusat layanan kesehatan setempat.

Dalam penggerebekan tersebut, para pemukim ilegal juga merusak properti warga Palestina dan membakar kendaraan. Pasukan Israel kemudian memasuki desa tersebut setelah serangan terjadi.

Pada Jumat, dalam insiden lain, seorang perempuan Palestina mengalami luka-luka ketika pemukim ilegal menyerang warga di wilayah Masafer Yatta, selatan al-Khalil.

Osama Makhamra, aktivis lapangan dari Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman, melaporkan bahwa pemukim ilegal bersenjata menyerbu kediaman Fadel al-Hamamda di desa Khirbet al-Mafqara dan menyerang anggota keluarganya.

Ia menyatakan bahwa Khadra al-Hamamda mengalami memar dan luka lebam serta dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat yang diduduki, di mana komunitas Palestina mengalami peningkatan kekerasan oleh pemukim ilegal dalam beberapa bulan terakhir.

Pekan lalu, rezim Israel menyetujui langkah-langkah yang dimaksudkan untuk mengubah struktur hukum dan sipil di Tepi Barat—langkah yang menurut warga Palestina bertujuan memperdalam dominasi Israel atas wilayah tersebut.

Sejak dimulainya kampanye militer di Gaza pada 7 Oktober 2023, Israel meningkatkan aktivitasnya di Tepi Barat, khususnya di al-Quds Timur. Warga Palestina memandang eskalasi tersebut—termasuk pembunuhan, penculikan, penggusuran, dan perluasan permukiman—sebagai langkah menuju aneksasi resmi wilayah tersebut.

Dalam putusan penting pada Juli 2024, International Court of Justice menyatakan bahwa pendudukan Israel atas tanah Palestina adalah melawan hukum dan menuntut penghapusan seluruh permukiman di Tepi Barat dan al-Quds Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *