Partisipasi Menyusut pada Pameran Senjata Israel di Tengah Perang Gaza

genosida 2

Al-Quds, Purna Warta – Pameran persenjataan terbesar rezim Israel sejak dimulainya perang genosida di Gaza pada Oktober 2023 dilaporkan menarik jumlah peserta yang jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun ekspor senjata Tel Aviv terus meningkat.

Media Israel, +972 Magazine, memuat laporan tersebut pada Senin, merinci skala acara dua hari yang digelar pekan lalu di sebuah pusat konvensi di Tel Aviv dan disponsori oleh Israel Aerospace Industries.

Media itu menulis bahwa meskipun penjualan senjata Israel meningkat lebih dari 18 persen sejak 2022, skala acara tahun ini terlihat jauh lebih kecil dibandingkan pameran sebelum 2023.

Edisi 2022 mencatat kehadiran 12.000 pengunjung dan delegasi dari 36 negara. Sebaliknya, aula yang digunakan untuk pameran terbaru hanya menampung 450 peserta.

Media tersebut mengutip dokumen internal yang bocor dan menunjukkan bahwa penyelenggara kesulitan mengamankan sekitar 20 delegasi internasional yang diundang, dengan beberapa di antaranya dilaporkan tidak hadir.

Para pengamat mencatat lebih sedikit pejabat asing dan berkurangnya penggunaan bahasa Inggris di lantai pameran, dengan sebagian besar peserta tampak merupakan perwakilan perusahaan Israel yang berkantor pusat di wilayah pendudukan.

Gelombang Embargo

Pameran yang lebih kecil ini berlangsung di tengah langkah sekitar dua lusin negara yang mengumumkan rencana untuk menghentikan atau membatasi perdagangan senjata dengan rezim tersebut. Spanyol, Inggris, dan Filipina telah membatalkan kesepakatan yang sebelumnya ditandatangani dalam setahun terakhir.

Di sela pameran, seorang akuntan asal Amerika Serikat menyatakan, “Sungguh mengecewakan bahwa Elbit dan Rafael sama sekali tidak hadir,” merujuk pada dua produsen senjata terbesar rezim tersebut.

Spanyol pada Juni membatalkan kesepakatan senilai 285 juta euro (335 juta dolar AS) untuk membeli rudal Spike dari Rafael. Kroasia dan Serbia juga mengumumkan penghentian kesepakatan senjata dengan Tel Aviv. Kolombia turut menjadi bagian dari blok negara yang menyerukan sanksi terhadap rezim tersebut.

Rezim Israel menghadapi berbagai langkah hukuman global dan gelombang protes sejak meluncurkan perang genosida yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai lebih dari 171.000 lainnya, serta merusak sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza.

Namun, sejumlah media memperingatkan bahwa meskipun embargo diberlakukan, transaksi senjata kemungkinan tetap berlanjut melalui jalur alternatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *