Al-Quds, Purna Warta – Rami Abuzubaida, seorang pakar keamanan dalam wawancara dengan Kantor Berita Shehab, mengatakan bahwa laporan-laporan terkait metode pembunuhan terhadap Ahmad Zamzam, pejabat keamanan dalam negeri kamp-kamp pengungsi wilayah tengah Gaza, merupakan contoh nyata strategi Israel dalam menggunakan kelompok dan elemen teroris sebagai alat pengganti pertempuran langsung. Menurutnya, tujuan langkah ini adalah mengelola kekacauan di dalam Jalur Gaza serta merusak sistem keamanan yang ada.
Baca juga: Menteri Netanyahu Kritik Penasihat Trump
Pakar Keamanan itu menambahkan bahwa rekaman dan pengakuan yang dipublikasikan terkait pembunuhan tersebut menunjukkan operasi itu bukan tindakan individual, melainkan bagian dari sebuah rencana intelijen yang kompleks. Abuzubaida menyebut badan intelijen rezim Israel membekali para pelaku dengan senjata berperedam suara, pelatihan khusus, serta informasi rinci mengenai pergerakan target, sekaligus memantau pelaksanaan operasi melalui kamera tersembunyi.
Abuzubaida menegaskan bahwa hal ini menunjukkan Israel telah mengadopsi pendekatan “pembunuhan proksi” dengan mengerahkan elemen-elemen teroris dari dalam. Ketergantungan pada unsur-unsur tersebut, katanya, bertujuan mencapai sejumlah sasaran. Sasaran pertama adalah mengalihkan konfrontasi langsung dengan rezim pendudukan menjadi konflik dan kekacauan internal. Sasaran kedua adalah meruntuhkan wibawa lembaga-lembaga keamanan dan melemahkan kepercayaan publik terhadapnya, sehingga menciptakan rasa takut dan kecemasan yang berkelanjutan.
Pakar militer dan keamanan itu menekankan bahwa sasaran ketiga dari strategi tersebut adalah memungkinkan Israel menyangkal tanggung jawab langsung atas kejahatan-kejahatannya, sekaligus mengurangi biaya politik dan hukum yang harus ditanggung.
Sekitar dua bulan lalu, Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestina di Gaza, dalam sebuah pernyataan, mengonfirmasi pembunuhan Letnan Kolonel Ahmad Zamzam, pejabat keamanan dalam negeri kamp-kamp pengungsi wilayah tengah Gaza. Kementerian tersebut menyatakan bahwa pembunuhan Zamzam dilakukan oleh “antek-antek” tentara pendudukan dan “atas perintah langsung dinas intelijen Israel”.
Pernyataan itu menambahkan bahwa pejabat keamanan tersebut menjadi sasaran tembakan oleh orang-orang bersenjata di Kamp Maghazi, wilayah tengah Jalur Gaza, dan satu orang tersangka telah ditangkap.
Namun demikian, seorang sumber keamanan Israel dalam wawancara dengan Channel 7 televisi Israel mengklaim bahwa operasi tersebut tidak dilakukan oleh tentara Israel.


