Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos pekan ini karena kekhawatiran ia dapat menghadapi penangkapan di Swiss berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), demikian dilaporkan media Israel.
Sejumlah media tersebut melaporkan pada Rabu bahwa Presiden Israel Isaac Herzog menggantikan Netanyahu menghadiri forum tersebut. Dalam kunjungannya, Herzog sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock sehari sebelumnya.
Dalam pertemuan itu, Herzog mengeluhkan ketidakhadiran para pejabat Israel di forum Davos dan menyerukan pencabutan surat perintah penangkapan ICC terhadap pejabat Israel. Ia menyebut langkah pengadilan tersebut sebagai tindakan yang “bermotif politik.”
Namun demikian, Herzog tidak menyinggung alasan dikeluarkannya surat perintah penangkapan yang menyerukan penahanan Netanyahu serta Yoav Gallant, yang saat itu menjabat sebagai menteri urusan militer Israel, terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.
Kejahatan tersebut berkaitan dengan perang genosida Israel di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023 dan hingga kini telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Menurut ICC, yang mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut pada 2024, terdapat dasar yang masuk akal untuk meyakini bahwa keduanya bertanggung jawab atas berbagai kejahatan, termasuk penggunaan kelaparan sebagai metode perang, penyerangan yang disengaja terhadap warga sipil, serta kejahatan terhadap kemanusiaan seperti pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya.
Surat perintah ICC tersebut telah disirkulasikan kepada 125 negara pihak Statuta Roma yang menjadi dasar pembentukan pengadilan tersebut. Negara-negara tersebut secara hukum berkewajiban menangkap Netanyahu dan Gallant apabila mereka memasuki wilayahnya. Swiss, selaku tuan rumah forum Davos, merupakan salah satu penandatangan perjanjian tersebut.
Sejak dimulainya perang, kehadiran berbagai pejabat Israel, personel militer, bahkan tim olahraga Israel di sejumlah negara telah memicu gelombang protes besar-besaran, dengan tuntutan agar kejahatan rezim Israel dikecam serta pihak-pihak yang bertanggung jawab ditangkap dan diadili.


