Militer Israel Akui Kegagalan dalam Serangan Besar di Gaza

Failed

Al-Quds, Purna Warta – Militer Israel mengakui bahwa serangan besar-besaran yang dilancarkan pada Mei lalu mengalami kegagalan dalam mengalahkan gerakan perlawanan Hamas di Jalur Gaza dan merebut 75 persen wilayah tersebut, meski dikerahkan kekuatan besar dari segi peralatan maupun pasukan.

Baca juga: Militer Israel Bunuh Lagi Seorang Jurnalis di Gaza, Picu Kecaman atas Serangan ‘Sistematis’ terhadap Pers

Kanal 12 Israel melaporkan pengakuan kegagalan ini pada Minggu, dengan mengutip sebuah dokumen rahasia yang disusun militer.

Dokumen yang disiapkan oleh Brigadir Jenderal (purn.) Guy Hazut itu secara eksplisit memuat kata-kata “kami gagal”, serta merinci sejumlah area utama di mana operasi yang digembar-gemborkan dan mendapat dukungan luas dari Barat tersebut jauh meleset dari target.

Menurut dokumen itu, operasi yang disebut “Kereta-Kereta Gideon” mengalami kegagalan kritis, seperti tidak berhasil menaklukkan Hamas baik secara militer maupun politik sebagaimana yang diinginkan rezim.

Serangan itu juga tidak berhasil memungkinkan kembalinya para tawanan rezim ke wilayah Palestina yang diduduki, tambahnya.

Lebih jauh, dokumen itu menyatakan operasi tersebut menimbulkan kerugian besar bagi pasukan Israel, dengan menyebut bahwa serangan itu telah “menguras” para tentaranya.

Akhirnya, dokumen tersebut menyayangkan sifat ofensif yang membabi buta dan dikecam secara internasional, yang justru semakin memperburuk citra buruk rezim di mata dunia.

Operasi “Kereta-Kereta Gideon” digelar antara 16 Mei hingga 4 Agustus sebagai bagian dari perang genosida yang telah dilancarkan rezim terhadap Jalur Gaza sejak sekitar dua tahun sebelumnya.

Operasi itu diperintahkan setelah rezim menolak memperpanjang kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas menyusul berakhirnya perjanjian sebelumnya pada Januari.

Baca juga: AS Blokir Akses Visa bagi Warga Palestina Menjelang Pengakuan Kenegaraan

Serangan tersebut mendapat kecaman internasional karena dinilai semakin menunjukkan sikap abai terhadap korban sipil dan penderitaan rakyat.

Hal ini tercermin dari melonjaknya jumlah korban jiwa akibat genosida tersebut, yang kini mendekati 63.500 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Namun, mengabaikan kecaman luas dari berbagai pihak, rezim bahkan melancarkan edisi kedua dari operasi tersebut, yang bertujuan merebut Kota Gaza, kawasan perkotaan terbesar di Jalur Gaza.

Dengan dukungan puluhan ribu pasukan cadangan Israel, “Kereta-Kereta Gideon II” ditujukan untuk mengusir lebih dari satu juta penduduk Palestina dari kota itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *