Al-Quds, Purna Warta – Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri rezim Zionis Israel, pada Minggu melontarkan kritik tajam terhadap Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Amerika Serikat untuk urusan Timur Tengah, serta Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat senior Donald Trump. Ia menuduh keduanya menanamkan “gagasan-gagasan keliru” kepada Trump terkait kondisi Jalur Gaza.
Ben-Gvir mengatakan, “Orang-orang Amerika sangat naif, terutama Kushner dan Witkoff, karena mereka membentuk persepsi yang salah di benak Trump tentang Gaza.”
Menegaskan sikap kerasnya, ia menambahkan, “Saya tidak akan membiarkan Gaza berubah menjadi tempat dengan puluhan ribu pasukan bersenjata.”
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat atas pernyataan Ben-Gvir tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan situs web Amerika Axios pada Sabtu, yang menyebutkan bahwa Gedung Putih berencana menggelar pertemuan dengan para pemimpin “Dewan Perdamaian” pada 19 Februari (30 Bahman). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mendorong pelaksanaan tahap kedua perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Menurut laporan tersebut, Donald Trump pada 15 Januari (25 Dey) lalu mengumumkan pembentukan “Dewan Perdamaian”, yang merupakan bagian dari rencana usulannya terkait masa depan Gaza. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah mengakui dewan tersebut melalui Resolusi Nomor 2803 yang disahkan pada November 2025.
Baca juga: Jenderal Israel Akui Kerugian Besar dan Kegagalan dalam Perang Genosida di Gaza
Perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan mulai berlaku pada Oktober 2025 telah mengakhiri perang yang dilancarkan rezim Zionis Israel selama dua tahun di Jalur Gaza. Perang tersebut, menurut data yang ada, menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur wilayah tersebut secara luas.


