Media Israel: Benjamin Netanyahu “Kecanduan Perang”

Mutad

Al-Quds, Purna Warta – Media-media Israel mengakui bahwa perdana menteri negara tersebut telah menjadi “kecanduan memicu perang”.

Menurut laporan Al Mayadeen, media Israel dalam analisis mereka mengkritik keras kinerja dan pernyataan terbaru Netanyahu, serta menyatakan bahwa pernyataan-pernyataannya yang dianggap “tidak rasional” muncul di tengah penurunan posisinya dalam jajak pendapat, meningkatnya isolasi internasional, serta kegagalan militernya dalam konflik dengan Iran.

Media tersebut juga melaporkan bahwa hasil jajak pendapat terbaru sangat buruk bagi Netanyahu, menunjukkan bahwa ia kehilangan kursi di parlemen Israel (Knesset) dan koalisi pemerintahannya semakin melemah.

Selain itu, hasil survei menunjukkan penurunan signifikan dukungan terhadap Netanyahu, sementara popularitas Naftali Bennett justru meningkat.

Media Israel menambahkan bahwa pernyataan Netanyahu mencerminkan “kenyataan berbahaya”, yakni bahwa ia telah menjadi “kecanduan perang” dan mengorbankan masyarakat demi ambisi kekuasaan yang berkelanjutan.

Media tersebut juga mengklaim bahwa Netanyahu mendorong Donald Trump untuk terlibat dalam konflik, yang pada akhirnya membuat Trump keluar dari situasi tersebut dalam kondisi melemah, terisolasi, dan mengalami kerugian politik baik di dalam maupun luar negeri.

Di akhir laporan disebutkan bahwa kebijakan Netanyahu telah membuat Israel semakin terisolasi di dunia internasional, hingga warganya menghadapi risiko tuntutan hukum atas dugaan kejahatan perang.

Kritik terhadap Benjamin Netanyahu memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir, baik dari dalam negeri Israel maupun dari komunitas internasional. Sejumlah media Israel sendiri, seperti Haaretz dan Yedioth Ahronoth, dalam berbagai laporan dan opini juga menyoroti tekanan politik yang dihadapi Netanyahu, terutama terkait perang di Gaza dan meningkatnya ketegangan regional.

Di dalam negeri, Netanyahu menghadapi kritik terkait:

  1. Penanganan konflik berkepanjangan
  2. Korban sipil dan tekanan internasional
  3. Stabilitas koalisi pemerintahan

Sementara itu, di tingkat global, organisasi seperti International Criminal Court telah menerima berbagai dorongan dan laporan terkait dugaan pelanggaran hukum internasional dalam konflik di kawasan, meskipun proses hukumnya kompleks dan memakan waktu.

Di sisi lain, dinamika politik Israel menunjukkan adanya potensi perubahan kekuatan. Kebangkitan kembali figur seperti Naftali Bennett dalam survei mencerminkan ketidakpuasan sebagian publik terhadap kepemimpinan saat ini.

Selain itu, hubungan erat antara Israel dan Amerika Serikat juga menjadi sorotan, terutama terkait sejauh mana kebijakan luar negeri kedua negara saling memengaruhi dalam konflik kawasan Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *