Media Ibrani: Shin Bet Gunakan Intimidasi untuk Membungkam Para Pengunjuk Rasa Israel

Demo Israel

Al-Quds, Purna Warta -Menurut laporan Channel 12 televisi rezim Zionis Israel menyebutkan di situs resminya bahwa baru-baru ini seorang pria berusia 70 tahun yang melakukan aksi protes di depan rumah salah satu menteri dipanggil oleh Shin Bet dan diinterogasi selama berjam-jam.

Media tersebut menulis bahwa pria yang merupakan penduduk wilayah utara Palestina yang diduduki itu dipanggil oleh Shin Bet dan diperiksa selama beberapa jam di kantor polisi Haifa oleh seseorang yang memperkenalkan diri sebagai petugas Badan Keamanan Umum Israel.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa seorang pemukim berusia 70 tahun yang tinggal di wilayah utara Palestina yang diduduki, dan secara rutin ikut serta dalam demonstrasi di luar rumah Menteri Urusan Diaspora Yahudi, Amichai Chikli, di Kibbutz Hannaton, menerima panggilan telepon dalam beberapa hari terakhir dari seseorang yang mengaku sebagai agen Shin Bet dan memanggilnya untuk “pembicaraan” di kantor polisi wilayah Haifa.

Menurut keluarganya, dalam panggilan tersebut ia diberi tahu bahwa jika tidak hadir pada waktu yang ditentukan, sebuah mobil polisi akan dikirim untuk menahannya dan membawanya ke kantor polisi.

Pria tersebut, yang dikenal sebagai salah satu tokoh dalam aksi protes di depan rumah menteri, tidak memiliki catatan kriminal dan tidak dikenal oleh aparat penegak hukum. Putranya, Niro Mizrahi—seorang aktivis protes sejak peringatan Deklarasi Balfour—mengaku berusaha menenangkan diri sejak menerima kabar tersebut.

Niro mengatakan tentang ayahnya, “Dia tidak takut. Dia pria yang kuat dan warga negara yang taat hukum. Tapi saya yang takut. Bukan untuk dia, melainkan untuk kami.”

Ia menambahkan, “Ayah saya terpengaruh oleh saya dan turun ke jalan untuk berunjuk rasa karena saya. Saya yang memperkenalkannya pada dunia protes sipil, dan tiba-tiba dialah yang menerima telepon dari Shin Bet. Pada saat itu, Anda berkata pada diri sendiri: ini seharusnya tidak terjadi pada orang tua kita.”

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Mizrahi mengkritik lembaga keamanan tersebut dengan mengatakan, “Sebuah badan yang dibiayai dari anggaran publik dan seharusnya memerangi terorisme, kini dipandang oleh para aktivis protes sebagai lembaga politik yang digunakan terhadap mereka sebagai alat pencegah (dan intimidasi).”

Laporan itu menegaskan bahwa hal ini bukanlah klaim baru. Dalam beberapa tahun terakhir, surat kabar Haaretz telah mempublikasikan laporan mengenai kontak dan pemanggilan aktivis protes oleh otoritas keamanan, terkadang tanpa adanya indikasi pelanggaran pidana, dengan dalih “pembicaraan” atau “klarifikasi.”

Shin Bet sebelumnya mengklaim bahwa kegiatannya semata-mata terbatas pada penanggulangan terorisme dan ancaman keamanan, serta tidak berniat melanggar kebebasan berkumpul secara damai. Namun, dari sudut pandang para aktivis protes, pemanggilan semacam itu sendiri sudah menimbulkan rasa takut dan intimidasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *