Mantan Wakil PM Yordania: Penyitaan Lahan Israel di Tepi Barat Isyaratkan Ancaman “Tanah Air Alternatif”

West Bank 6

Amman, Purna Warta- Mantan Wakil Perdana Menteri Yordania memperingatkan bahwa keputusan terbaru Israel untuk menyita tambahan lahan Palestina di Tepi Barat yang diduduki dapat menjadi langkah terakhir menuju skenario “tanah air alternatif”.

“Pemindahan itu bukan lagi sekadar ancaman; ini sudah bergerak menuju pelaksanaan,” kata politikus senior Yordania, Mamdouh al-Abbadi, pada Selasa.

“Kita sedang menyaksikan penerapan praktisnya… Tanah air alternatif adalah sesuatu yang sedang menuju kenyataan; setelah Tepi Barat ini, musuh akan bergerak ke Tepi Timur, ke Yordania,” tambahnya.

Israel baru-baru ini menyetujui serangkaian langkah luas di Tepi Barat yang diduduki yang menurut Palestina melanggar Kesepakatan Oslo dan secara efektif merupakan aneksasi de facto atas wilayah Palestina.

Kebijakan yang diumumkan oleh menteri keuangan Israel yang dikenal berhaluan ekstrem, Bezalel Smotrich, serta menteri urusan militer, Israel Katz, secara signifikan mengubah tata kelola di Tepi Barat, membuka jalan bagi perluasan permukiman, penyitaan lahan, dan pengikisan hak-hak sipil warga Palestina.

Langkah-langkah tersebut mencabut pembatasan hukum yang telah lama berlaku bagi pemukim Israel, mempercepat ekspansi permukiman, serta memperluas kewenangan militer dan “sipil” Israel ke wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali parsial Palestina.

Al-Abbadi juga menyoroti perubahan yang disebutnya “berbahaya” dalam nomenklatur militer Israel.

“Ada brigade baru di tentara Israel yang dinamai Brigade Gilead,” ujar al-Abbadi. “Apa itu Gilead? Gilead adalah wilayah pegunungan dekat ibu kota, Amman. Ini berarti Israel sedang melanjutkan praktik strategisnya dari Nil hingga Eufrat.”

Selama beberapa dekade, gagasan “tanah air alternatif” — yakni pandangan di Israel bahwa Yordania seharusnya menjadi negara Palestina — kerap dianggap di kalangan diplomatik Amman sebagai mimpi buruk yang jauh atau teori konspirasi.

Namun, undang-undang pendaftaran tanah baru Israel serta tekanan militer kini dipandang di Yordania sebagai langkah krusial dalam proses tersebut.

Negara-negara Muslim mengecam keras langkah Israel untuk melonggarkan ekspansi permukiman dan memperluas kewenangannya di Tepi Barat.

Para pengamat memperingatkan bahwa rezim Israel berupaya meletakkan dasar bagi pendudukan bertahap terhadap negara-negara Arab dan Muslim di kawasan serta mendorong proyek yang disebut sebagai “Israel Raya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *