Al-Quds, Purna Warta – Kantor berita Palestina Safa, mengutip Channel 14 televisi Rezim Israel, melaporkan bahwa Konsulat Amerika Serikat di al-Quds yang diduduki untuk pertama kalinya sejak 1967 membuka cabang di sebuah permukiman di Tepi Barat yang diduduki.
Saluran televisi tersebut menyatakan bahwa konsulat AS telah membuka cabangnya di permukiman Efrat yang terletak di kompleks permukiman Gush Etzion di selatan Bethlehem.
Channel 14 rezim Israel menegaskan bahwa keputusan ini menunjukkan perubahan mendasar dalam sikap Amerika Serikat dan merupakan pengakuan implisit atas kedaulatan Israel di Tepi Barat.
Dalam konteks ini, situs berita Zionis Kipa juga melaporkan bahwa konsulat AS akan membuka kantor di permukiman Efrat di kompleks Gush Etzion, selatan Tepi Barat, sebuah langkah yang mencerminkan perubahan signifikan dalam posisi Amerika terhadap wilayah pendudukan 1967 dan merupakan bentuk pengakuan tersirat atas kedaulatan Israel di kawasan tersebut.
Situs tersebut menyatakan bahwa langkah ini memiliki konsekuensi politik yang signifikan, karena kehadiran konsulat di sebuah permukiman Zionis di Tepi Barat menunjukkan perubahan pendekatan AS terhadap pendudukan wilayah 1967, serta menandakan bahwa Washington sedang bergerak menuju kebijakan yang berbeda dari yang selama ini ditempuh terkait status hukum Tepi Barat.
Menurut Safa, langkah ini menyusul keputusan-keputusan terbaru kabinet Israel yang secara de facto menyerahkan kontrol penuh atas Tepi Barat kepada rezim pendudukan tersebut.
Langkah Amerika ini dilakukan di tengah pernyataan Senator Republik AS Lindsey Graham, yang dikenal sebagai pendukung rezim Zionis, yang sebelumnya menyebut upaya Israel untuk mencaplok Tepi Barat dan memberlakukan kedaulatan atasnya sebagai tindakan yang sangat berbahaya dan akan memicu reaksi keras dunia.
Graham, yang merupakan salah satu politisi senior yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump serta Perdana Menteri rezim Zionis Benjamin Netanyahu, pada awal November tahun ini (1404 Hs) dalam pertemuan Koalisi Yahudi Republik di Las Vegas, Amerika Serikat, dalam wawancara dengan surat kabar Jerusalem Post memperingatkan dampak negatif aneksasi Tepi Barat dan menegaskan kepada pejabat Zionis bahwa langkah tersebut akan membahayakan eksistensi Israel.
Ia secara keras mengkritik partai-partai sayap kanan ekstrem rezim Zionis, khususnya mereka yang mendorong aneksasi sepihak Tepi Barat ke wilayah pendudukan, dan mengatakan: “Jika Anda ingin meminggirkan orang Yahudi, tempuhlah jalan ini.”
Ia menambahkan bahwa aneksasi Tepi Barat akan lebih merusak eksistensi Israel dibandingkan bom Iran mana pun, serta memperingatkan bahwa jika langkah tersebut dilanjutkan, Israel akan kehilangan dukungan di Amerika dan semakin terisolasi di dunia.
Kabinet rezim Zionis pada awal Januari 1404 Hs, tanpa mengindahkan konsekuensi negatifnya, telah menyetujui rencana pembangunan unit permukiman Zionis terbesar di selatan al-Quds yang diduduki. Berdasarkan rencana tersebut, akan dibangun 1.300 unit permukiman Zionis, serta sekolah, bangunan publik, taman, dan kompleks komersial.
Dewan Permukiman Gush Etzion menyebut proyek tersebut sebagai rencana permukiman terbesar dalam sejarah kawasan Gush Etzion.
Proyek ini merupakan bagian dari rencana perluasan permukiman yang luas yang digagas oleh Menteri Keuangan rezim Zionis, Bezalel Smotrich, yang berupaya mempercepat proses permukiman dan penyitaan tanah-tanah Tepi Barat menjelang pemilu Knesset yang dijadwalkan tahun depan, guna secara de facto menghalangi pembentukan negara Palestina.


