Ketua Uni Afrika: ‘Pemusnahan’ Rakyat Palestina Harus Dihentikan

Africa

Addis Ababa, Purna Warta – Ketua Komisi Uni Afrika (AUC) menyerukan penghentian “penderitaan” dan “pemusnahan” rakyat Palestina di Asia Barat.

Baca juga: Hamas Kecam Kemunafikan Barat di Tengah Kampanye Sistematis terhadap Pelapor Khusus PBB Albanese

Dalam pidato pembukaan KTT ke-39 Uni Afrika pada Sabtu, Mahmoud Ali Youssouf menyatakan bahwa rakyat Palestina menyerukan kepada hati nurani dunia agar penderitaan mereka dihentikan.

Ia menegaskan bahwa pemusnahan terhadap rakyat Palestina harus dihentikan. “Di (Asia Barat), Palestina dan penderitaan rakyatnya juga menantang hati nurani kita. Pemusnahan terhadap rakyat ini harus dihentikan,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa sebanyak 72.037 warga Palestina telah tewas dan 171.666 lainnya terluka dalam perang yang disebut sebagai genosida oleh Israel terhadap Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Disebutkan pula bahwa ribuan lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan karena tim ambulans dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka, yang menunjukkan besarnya dan masih berlangsungnya skala bencana tersebut.

Youssouf, yang terpilih dari Djibouti untuk memimpin lembaga tersebut setahun lalu, menyoroti bahwa masyarakat di berbagai kawasan membayar harga mahal akibat ketidakstabilan yang dipicu oleh kurangnya keamanan di kawasan tersebut.

“Dari Sudan hingga Sahel, hingga Republik Demokratik Kongo bagian timur, di Somalia dan di tempat lain, rakyat kita terus membayar harga mahal dari ketidakstabilan,” katanya.

Sidang biasa dua hari Majelis Kepala Negara dan Pemerintahan Uni Afrika diselenggarakan di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa.

Baca juga: Listrik Hampir Padam di Rumah Sakit Utama Gaza, Pasien ICU Terancam

KTT Addis Ababa yang mengusung tema “Menjamin Ketersediaan Air Berkelanjutan dan Sistem Sanitasi Aman untuk Mencapai Tujuan Agenda 2063” akan berfokus pada penguatan komitmen benua terhadap pengelolaan air berkelanjutan, peningkatan sanitasi, serta tujuan pembangunan yang lebih luas sebagaimana tercantum dalam cetak biru Agenda 2063 Uni Afrika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *