Kelompok Advokasi Media Desak Pembebasan Segera Jurnalis Pro-Palestina di Yordania

Pro Palestin

Amman, Purna Warta – Kelompok-kelompok Arab dan organisasi advokasi media menyerukan pembebasan segera jurnalis pro-Palestina Mohammad Faraj, yang ditahan otoritas Yordania awal pekan ini tanpa penjelasan mengenai alasan penangkapannya maupun informasi tentang keberadaannya.

Baca juga: Jumlah Korban Tewas di Gaza Capai 70.925 Orang

Sekretariat Jenderal Kongres Nasional Arab menyatakan keprihatinan mendalam atas penahanan Faraj, sosok media ternama dan anggota kongres tersebut, setelah ia kembali dari Beirut ke Amman. Sekretariat menegaskan bahwa hingga kini alasan penangkapannya masih belum jelas.

Sekretariat itu mendesak para pejabat Yordania terkait untuk membebaskan Faraj agar ia dapat kembali berkumpul dengan keluarganya. Mereka menekankan bahwa jurnalis yang bekerja untuk stasiun televisi Lebanon al-Mayadeen tersebut telah menjalankan tugas media dan politiknya dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi, serta secara konsisten membela isu dan aspirasi Arab.

Jaringan Samidoun untuk Pembelaan Tahanan juga mengecam keras penahanan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip konstitusional dan hukum, sekaligus penghinaan terhadap martabat jurnalisme dan perannya yang esensial dalam menyampaikan kebenaran.

Jaringan itu menegaskan bahwa penangkapan Faraj merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membungkam suara-suara kritis dan melemahkan media independen. Samidoun menuntut pembebasan segera Faraj, mendesak pihak berwenang untuk mengungkapkan keberadaan dan kondisi terkini dirinya, serta menekankan pentingnya memberikan akses kepada keluarga dan pengacaranya.

Sementara itu, Saeed Thiab, ketua Partai Persatuan Rakyat Demokratik, mengatakan bahwa penangkapan tersebut mencerminkan kemunduran kebebasan publik dan meningkatnya tekanan terhadap tokoh-tokoh Arab. Ia menyerukan kepada pemerintah Yordania agar merespons tuntutan masyarakat, termasuk kalangan politik dan media, untuk membebaskan Faraj, seraya mengkritik ketiadaan alasan hukum yang jelas atas penahanannya.

Persatuan Internasional Pers dan Media Elektronik juga mendesak pemerintah Yordania untuk membebaskan Faraj. Organisasi tersebut menyatakan telah meninjau aktivitas jurnalistik Faraj dan tidak menemukan pelanggaran terhadap hukum Yordania. Mereka juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperkuat perlindungan hukum bagi jurnalis dan pekerja media.

Faraj ditangkap setelah kembali ke Yordania untuk berlibur bersama istrinya, sesama jurnalis Rana Abi Jumaa. Pasangan tersebut tiba di Bandara Internasional Queen Alia di Amman pada Jumat lalu, di mana Faraj dihentikan oleh otoritas Yordania saat masuk ke negara itu.

Baca juga: Hati Kecil di Balik Perlintasan Tertutup; Pasien Gaza dalam Kepungan Tanpa Akhir

Ia kemudian menjalani penggeledahan dan interogasi intensif sebelum dibawa ke lokasi yang tidak diungkapkan.

Penahanan ini terjadi di tengah keberlanjutan kerja sama diplomatik dan keamanan resmi Yordania dengan Israel, sementara Tel Aviv memperketat kendalinya atas Tepi Barat yang diduduki. Rezim Israel juga terus berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata November 2024 serta mempertahankan pendudukannya atas lima titik di Lebanon selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *