Gaza, Purna Warta – Menurut laporan Kantor Berita Shehab, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa dalam 48 jam terakhir, sebanyak 13 korban syahid telah dipindahkan ke rumah sakit, di mana enam orang baru gugur sebagai syahid, sementara tujuh jenazah lainnya berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Baca juga: Hati Kecil di Balik Perlintasan Tertutup; Pasien Gaza dalam Kepungan Tanpa Akhir
Dalam kurun waktu yang sama, 20 warga Palestina juga dilaporkan mengalami luka-luka di Jalur Gaza.
Sejak pengumuman gencatan senjata di Gaza pada 11 Oktober 2025 (19 Mehr 1404) hingga saat ini, 401 warga Palestina gugur sebagai syahid, 1.108 orang terluka, dan 641 jenazah korban syahid lainnya ditemukan di bawah puing-puing bangunan.
Dengan bertambahnya jumlah tersebut, total korban syahid di Gaza sejak 7 Oktober 2023, bertepatan dengan dimulainya Operasi Badai al-Aqsa, telah mencapai 70.925 orang, sementara jumlah korban luka meningkat menjadi 171.185 orang.
Baca juga: PBB: Pembatasan Menghambat Sampainya Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Sementara itu, musim dingin 2025 telah berubah menjadi bencana kemanusiaan besar bagi anak-anak Gaza. Kekurangan parah pakaian hangat, selimut, dan sarana pemanas, ditambah dengan curah hujan tinggi serta suhu udara yang dingin, mengancam nyawa ribuan anak.
Perang dan konflik bersenjata, di mana pun terjadi di dunia, selalu menimbulkan dampak paling besar terhadap kelompok yang paling rentan. Dalam konteks ini, anak-anak, sebagai kelompok sosial yang paling lemah dan tidak berdaya, menjadi korban pertama dan utama dari kekerasan yang terorganisasi.


