Jenderal Zionis Akui Kesalahan Perhitungan Rezim Israel terhadap Kondisi Perlawanan

Hamas 4

Al-Quds, Purna Warta – Jenderal Oren Solomon, dalam pernyataannya di saluran televisi Israel Channel 14, menyebutkan bahwa dokumen dan informasi pada periode sebelum 7 Oktober 2023 (15 Mehr 1402 kalender Iran) secara jelas menunjukkan kegagalan dan kesalahan perhitungan terhadap hakikat gerakan Hamas.

Baca juga: Skandal Epstein Ungkap Rahasia Berbahaya tentang Dugaan Keterkaitannya dengan Mossad

Ia menambahkan bahwa dokumen-dokumen yang terungkap menunjukkan adanya kesalahan perhitungan dan telah mengakar di tingkat komando militer mengenai kondisi dan kemampuan Hamas.

Solomon mengatakan bahwa kesalahan persepsi tersebut telah terinstitusionalisasi di kalangan para komandan militer, yang meyakini bahwa Hamas telah kehilangan kemampuan untuk melakukan tindakan apa pun.

Ia juga mengakui bahwa sebelum 7 Oktober, pihak Israel tidak memahami sifat musuh yang sebenarnya mereka hadapi—yakni musuh yang bersifat ideologis dan religius, yang terlibat dalam konflik berdarah dengan rezim Israel.

Jenderal tersebut, yang sebelumnya menjabat sebagai komandan senior Divisi Gaza di militer Israel, juga pernah mengakui kemampuan para pejuang perlawanan Palestina dalam memberikan pukulan mematikan terhadap pasukan Israel di Gaza.

Rezim Zionis Israel melancarkan perang terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 (15 Mehr 1402) dengan dua tujuan utama, yakni menghancurkan gerakan Hamas dan membebaskan tawanan Zionis dari wilayah tersebut. Namun, rezim tersebut gagal mencapai kedua tujuan tersebut dan akhirnya terpaksa menempuh kesepakatan dengan Hamas untuk pertukaran tawanan.

Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Kamis, 17 Mehr 1404, secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza serta pertukaran tawanan melalui sebuah pernyataan resmi.

Baca juga: Pakar Keamanan: Rezim Israel Beralih ke “Pembunuhan Proksi”

Militer rezim Zionis Israel juga mengumumkan secara resmi pada Jumat siang, 18 Mehr 1404, bahwa gencatan senjata di Jalur Gaza mulai diberlakukan, meskipun hingga kini masih terus melakukan berbagai upaya penghambatan terhadap pelaksanaannya.

Agresi rezim Zionis terhadap Jalur Gaza—dengan dukungan Amerika Serikat—selain menimbulkan genosida terhadap rakyat Palestina, juga menyebabkan kehancuran besar-besaran, termasuk rusaknya sekitar 90 persen infrastruktur Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *