Israel Lakukan Serangan Darat Baru ke Selatan Suriah Meski Ada Pembicaraan dengan HTS

HTS

Al-Quds, Purna Warta – Meski pembicaraan antara Israel dan rezim Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang berkuasa di Suriah terkait apa yang disebut pihak berwenang sebagai “perjanjian keamanan” masih berlangsung, pasukan militer Israel melancarkan serangkaian serangan darat di provinsi selatan Quneitra dan Dara’a.

Baca juga: Lebih dari 90 Warga Palestina Tewas saat Israel Tingkatkan Genosida di Gaza

Media lokal melaporkan bahwa konvoi kendaraan militer Israel memasuki wilayah di antara kota Jubata al-Khashab dan Khan Arnabah di provinsi Quneitra pada Sabtu, dan melakukan penggeledahan di sana.

Perkembangan ini terjadi sehari setelah konvoi militer Israel menerobos desa Ma’ariya di wilayah Cekungan Yarmouk, provinsi Dara’a, dan mendirikan pos pemeriksaan sementara di sisi timur desa. Mereka menghentikan warga yang melintas untuk pemeriksaan.

Konvoi lain juga dikerahkan di jalan yang menghubungkan desa Kuwaya dan Abdin.

Selain itu, konvoi militer Israel yang terdiri dari lima kendaraan tempur menyerbu desa al-Samadaniyya al-Sharqiya.

Saksi mata melaporkan bahwa tentara Israel mendirikan pos pemeriksaan di pintu barat desa, menghentikan sejumlah kendaraan sipil, serta memeriksa kartu identitas para penumpang.

Meskipun tidak ada laporan penangkapan, sumber lokal menyebutkan bahwa tentara melakukan pemeriksaan ketat terhadap orang-orang yang melewati area tersebut.

Pada 17 September, Abu Mohammed al-Jolani, presiden yang mengklaim diri di Suriah, mengatakan bahwa pembicaraan keamanan dengan Israel adalah sebuah “keharusan” dan dapat menghasilkan kesepakatan dalam “hari-hari mendatang.”

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menekan otoritas berkuasa di Suriah untuk membuat kesepakatan dengan Israel, melainkan hanya berperan sebagai mediator.

Dalam beberapa bulan terakhir, rezim Israel dan rezim HTS Suriah terlibat dalam pembicaraan langsung yang difokuskan pada penghentian manuver agresif Tel Aviv terhadap bangsa Arab tersebut dan pencapaian “perjanjian keamanan.”

Israel telah berulang kali melakukan tindakan agresi di seluruh wilayah Suriah sejak runtuhnya pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad akhir tahun lalu.

Baca juga: Ulama Senior Bahrain: Sejumlah Negara Arab dan Muslim Terlibat dalam Kejahatan Israel di Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan pasukannya untuk maju lebih jauh ke dalam wilayah Suriah dan merebut sejumlah lokasi strategis di negara tersebut.

Israel juga memperluas pendudukannya di Suriah dengan mengambil alih apa yang disebut zona penyangga yang memisahkan Dataran Tinggi Golan yang diduduki dari sisa wilayah negara Arab tersebut, sehingga melanggar perjanjian pemisahan yang ditetapkan pada 1974.

Para pakar meyakini bahwa sikap pasif rezim HTS, ditambah dengan langkah-langkahnya menuju normalisasi dengan Tel Aviv, mendorong Israel untuk memperluas pendudukannya atas tanah Suriah dan meningkatkan serangan udaranya ke negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *