Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan kantor berita Al-Ahed, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum menyatakan bahwa penolakan rezim Zionis untuk menyerahkan jenazah para syuhada Palestina merupakan sebuah kejahatan yang mengungkap sifat sadistis rezim tersebut.
Ia juga menyerukan agar dilakukan tekanan terhadap rezim Zionis di seluruh forum dan lembaga internasional guna menuntut pengembalian jenazah para syuhada Palestina.
Barhoum mengatakan bahwa tidak diserahkannya jenazah para syuhada oleh rezim pendudukan Al-Quds merupakan kejahatan keji yang menambah daftar panjang kejahatan brutal mereka terhadap rakyat Palestina, sekaligus menyingkap wajah asli rezim penjajah dan teroris tersebut.
Juru bicara Hamas itu menambahkan bahwa tindakan rezim Zionis tersebut merupakan pelanggaran dan pengabaian terhadap seluruh norma serta konvensi internasional. Ia menegaskan bahwa kebijakan Zionis ini tidak lebih dari upaya putus asa, dan bahwa rakyat Palestina akan terus melanjutkan perjuangan dan perlawanan hingga rezim Zionis diusir dari tanah dan tempat-tempat suci Palestina.
Barhoum juga menekankan seruannya kepada rakyat Palestina serta seluruh kekuatan pembebasan di luar Palestina agar terus melanjutkan gerakan dan aktivitas melawan rezim Zionis serta menuntut pengembalian jenazah para syuhada.
Ia turut mengajak seluruh lembaga kemanusiaan dan organisasi hak asasi manusia untuk mengambil langkah serius dalam menekan penjajah Al-Quds dan memaksa mereka bertanggung jawab atas hak alami dan sah rakyat Palestina ini.
Perlu dicatat bahwa hingga kini rezim Zionis Israel masih menahan lebih dari 100 jenazah syuhada Palestina dan menolak menyerahkannya kepada keluarga mereka.


