Gaza, Purna Warta – Gerakan perlawanan Palestina Hamas menyatakan bahwa pasukan Israel terus meningkatkan pelanggaran terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza dengan secara sengaja menargetkan warga sipil dan rumah-rumah mereka dengan dalih yang menyesatkan.
Juru bicara Hamas, Hazem Qasem, dalam pernyataan yang dirilis pada Senin malam, mengecam Tel Aviv karena mengabaikan upaya para mediator dan negara-negara penjamin yang berupaya menjaga ketenangan dan stabilitas di Gaza.
Ia menyerukan kepada pihak-pihak tersebut untuk mengambil sikap tegas guna menekan rezim Israel agar menghentikan pelanggaran dan mematuhi perjanjian gencatan senjata.
Pernyataan itu disampaikan ketika dua warga Palestina terluka akibat tembakan tentara Israel pada Selasa di bagian tenggara Kota Gaza.
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip sumber medis yang melaporkan bahwa kedua pria tersebut ditembak pasukan Israel di dekat pom bensin al-Shawa di kawasan Zeitoun, tenggara Kota Gaza.
Enam warga Palestina tewas pada Senin akibat serangan udara Israel yang menargetkan wilayah Gaza bagian tengah dan utara.
Di antara korban tewas terdapat sedikitnya empat warga Palestina yang kehilangan nyawa dalam serangan udara Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa sedikitnya 72.032 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah tewas dan 171.661 lainnya terluka sejak dimulainya perang genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023.
Sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, karena tim ambulans dan pertahanan sipil belum dapat menjangkau mereka.
Sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober lalu, sebanyak 587 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 1.550 lainnya terluka akibat pelanggaran Israel terhadap perjanjian tersebut.


