Al-Quds, Purna Warta – Pada siang hari ini, puluhan pemukim, dengan dukungan militer Zionis, menyerbu Desa Talfit di Provinsi Nablus, bagian utara Tepi Barat. Bentrokan luas pun terjadi antara mereka dan warga desa. Dalam serangan tersebut, 54 warga Palestina dilaporkan terluka. Pasukan pendudukan disebut hanya menyaksikan saat pemukim melakukan penyerangan, dan baru bertindak menyerang ketika para pemuda Palestina berupaya melakukan perlawanan.
Dalam pernyataannya, Hamas menyebut: “Serangan brutal yang dilakukan sekelompok pemukim bersama tentara pendudukan fasis terhadap Desa Talfit di selatan Nablus serta berbagai wilayah lain di Tepi Barat yang diduduki, disertai perusakan harta benda, penyebaran ketakutan di kalangan warga Palestina, serta penembakan peluru tajam yang menyebabkan sejumlah warga terluka, merupakan agresi kriminal dan kelanjutan dari praktik terorisme sistematis dan terorganisasi yang diarahkan oleh pemerintah pendudukan.”
Gerakan tersebut juga menyerukan kepada “rakyat Palestina di Tepi Barat yang diduduki serta seluruh kekuatan dan faksi politik serta nasional” untuk bersatu menghadapi “kebijakan berbahaya rezim pendudukan”. Hamas menegaskan, “Seluruh bentuk perjuangan dan perlawanan harus diaktifkan guna menggagalkan rencana-rencana ini, serta menegaskan hak rakyat Palestina untuk mengakhiri pendudukan atas tanah mereka dan mendirikan negara Palestina merdeka dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya.”
Lebih lanjut, Hamas menegaskan, “Kabinet penjahat perang Netanyahu secara sistematis menjalankan kebijakan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina dengan membiarkan para pemukim bersenjata—yang berada di bawah perlindungan tentara pendudukan—melakukan perusakan dan kekacauan di kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp di Tepi Barat.”
Pada bagian lain pernyataannya, Hamas juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar mengambil sikap tegas terhadap perkembangan yang terjadi di Tepi Barat. Hamas menyatakan, “Kami meminta masyarakat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam untuk mengecam kejahatan pendudukan di Tepi Barat serta mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap rencana Yudaisasi, pemindahan paksa, dan aneksasi yang dijalankan oleh kabinet fasis pendudukan.”


