Hamas: Serangan Israel terhadap Armada Bantuan Gaza Merupakan Aksi Terorisme

Hamas flotilla

Gaza, Purna warta – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengecam serangan Israel terhadap armada kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza sebagai tindakan terorisme, sekaligus menyerukan kecaman internasional atas kejahatan rezim pendudukan tersebut.Ham

Baca juga: Perlawanan Palestina: Yaman Bongkar Kegagalan Sistem Pertahanan Udara dan Intelijen Zionis

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, satu hari setelah Global Sumud (Steadfastness) Flotilla (GSF) melaporkan adanya ledakan, jatuhnya benda-benda tak dikenal, kehadiran drone, dan gangguan komunikasi di beberapa kapalnya, Hamas menegaskan:

“Penargetan sejumlah kapal Global Sumud Flotilla di perairan internasional oleh pesawat nirawak militer pendudukan merupakan aksi terorisme dan perilaku berbahaya yang membuka jalan bagi serangan lebih keras terhadap kapal-kapal armada dan para aktivis di atasnya.”

Hamas menambahkan bahwa serangan Israel tersebut bertujuan menghalangi para aktivis menjalankan misi kemanusiaan mereka untuk mengirimkan bantuan kepada rakyat Palestina yang menghadapi genosida sistematis dan kelaparan di Jalur Gaza yang terkepung.

Kelompok perlawanan itu juga mendesak komunitas internasional, negara-negara terkait, lembaga kemanusiaan, dan badan-badan PBB untuk mengecam kejahatan terbaru Israel. Hamas menuntut langkah global guna melindungi armada dan awaknya, menjamin sampainya bantuan kepada warga sipil di Gaza, serta meminta pertanggungjawaban rezim “fasis pendudukan” atas kekejaman yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina maupun konvoi bantuan kemanusiaan.

Armada tersebut terdiri atas sekitar 50 kapal dan lebih dari 500 relawan dari puluhan negara, yang berangkat dari sejumlah pelabuhan di Mediterania dengan membawa bantuan berupa makanan dan obat-obatan untuk Gaza. Namun, armada itu diserang pada Selasa sebagai bagian dari kampanye intimidasi berkelanjutan Israel.

Baca juga: Hamas Tegaskan Kelanjutan Perlawanan di Tepi Barat

“Menjelang hari-hari terakhir sebelum tiba di Gaza, GSF menghadapi eskalasi yang sangat berbahaya,” demikian pernyataan armada, dengan menambahkan bahwa serangan tersebut “menyebabkan kerusakan signifikan dan gangguan komunikasi secara luas.”

Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Thameen al-Kheetan, menyerukan adanya “penyelidikan independen, imparsial, dan menyeluruh” atas serangan Selasa itu.

Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, menyerukan perlindungan internasional bagi kapal-kapal tersebut, dengan tegas menyatakan: “Jangan sentuh Armada!”

Hamas Sambut Embargo Senjata Spanyol terhadap Israel

Dalam pernyataan terpisah, Hamas menyambut langkah Spanyol yang menerapkan embargo senjata terhadap Israel, menyebutnya sebagai cerminan komitmen moral dan politik negara Eropa itu terhadap rakyat Palestina sekaligus sebagai “langkah penting” untuk menekan Israel menghentikan genosida dan pembersihan etnis terhadap bangsa tertindas tersebut.

Hamas kembali menyerukan kepada seluruh negara untuk “memberlakukan boikot menyeluruh terhadap entitas Zionis bandit” serta “mengisolasinya secara hukum, politik, dan ekonomi” demi mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara berdaulat dengan al-Quds sebagai ibu kotanya.

Israel melancarkan kampanye genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, setelah Hamas melaksanakan Operasi Banjir al-Aqsa sebagai balasan atas eskalasi kejahatan rezim terhadap rakyat Palestina. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejauh ini Israel telah membunuh sedikitnya 65.419 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Selain korban jiwa, Gaza kini menghadapi kelaparan massal akibat blokade ketat Israel terhadap bantuan masuk. Sejumlah negara telah menghentikan penjualan senjata ke Israel sebagai tanggapan atas kejahatan perangnya. Pada Selasa, pemerintah Spanyol menyetujui penerapan embargo senjata “total” terhadap rezim Tel Aviv.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *