Hamas: Senjata Perlawanan Palestina Adalah Sah

Hamas 1

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Kantor di Palestina pada Jumat dini hari, Hazem Qasim, juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), dalam wawancara dengan Al-Araby Al-Jadeed, mengatakan bahwa pendekatan ini mencerminkan keberpihakan yang jelas kepada posisi rezim pendudukan dan upaya untuk menutupi senjata pelaku sebenarnya yang telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Ia menegaskan bahwa rezim pendudukan berupaya, melalui persenjataan milisi bayaran yang berafiliasi dengannya di dalam Gaza, untuk menutupi kejahatan penyebaran senjata, sementara pada saat yang sama mengkriminalisasi senjata perlawanan.

Qasim menekankan bahwa senjata Palestina adalah senjata yang sah untuk membela rakyat Palestina, dan hak ini dijamin oleh hukum serta resolusi internasional.

Juru bicara Hamas juga menegaskan bahwa prioritas harus diberikan pada pelaksanaan penuh tahap pertama kesepakatan gencatan senjata, yang hingga kini belum sepenuhnya dijalankan.

Ia menambahkan bahwa pelanggaran berulang oleh rezim pendudukan telah menyebabkan sekitar 720 orang gugur dan lebih dari dua ribu orang terluka, sementara operasi pembunuhan, penghancuran, dan kemajuan militer di lapangan masih terus berlangsung.

Qasim juga mengatakan bahwa pihak pendudukan masih memberlakukan pembatasan ketat di perbatasan, menutup perlintasan Rafah, serta menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan sesuai jumlah yang disepakati. Ia menyebut hal itu sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan, sekaligus disertai ancaman dimulainya perang baru dan serangan darat ke Gaza.

Ia menambahkan bahwa protokol kemanusiaan belum dilaksanakan, dan pembahasan mengenai tahap kedua—khususnya isu senjata perlawanan—harus dilakukan setelah penyelesaian kewajiban tahap pertama, termasuk pembentukan komite nasional untuk mengelola Gaza.

Ia menegaskan bahwa jika ketentuan kemanusiaan dilaksanakan, perlintasan dibuka, dan komite nasional dibentuk, maka pembahasan tahap kedua—termasuk isu senjata atau usulan penempatan pasukan internasional—dapat dilakukan dalam kerangka upaya mencapai stabilitas menyeluruh di Gaza.

Qasim memperingatkan bahwa membahas isu senjata secara terpisah di luar kerangka yang ada akan memperumit situasi dan tidak membantu menemukan solusi.

Ia menambahkan bahwa agresi rezim Zionis sebenarnya belum berhenti dan masih berlanjut dengan intensitas berbeda, dengan rata-rata sekitar lima warga Palestina gugur setiap hari akibat pelanggaran yang terus berlangsung.

Di akhir pernyataannya, juru bicara Hamas menyampaikan bahwa komunikasi dengan para mediator terus berlanjut untuk memastikan pelaksanaan tahap pertama kesepakatan, dan konsultasi internal antar faksi Palestina sedang dilakukan untuk menyusun sikap bersama, serta pertemuan dengan para mediator akan segera digelar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *