Hamas: Perlakuan Buruk terhadap Warga Palestina di Rafah Merupakan Kejahatan Fasis

Hamas2

Al-Quds, Purna Warta – Dalam sebuah pernyataan, Hamas menegaskan bahwa perlakuan buruk, penyalahgunaan, dan pemerasan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Zionis terhadap warga Palestina yang kembali ke Gaza melalui penyeberangan Rafah—terutama perempuan dan anak-anak—merupakan perilaku fasis dan terorisme terorganisasi yang berada dalam kerangka kebijakan hukuman kolektif.

Baca juga: Perwira Zionis Terluka Parah di Gaza Utara

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pasukan Zionis bertindak secara merendahkan martabat, termasuk menutup mata para perempuan, melakukan interogasi berkepanjangan dengan pertanyaan yang tidak relevan, bahkan berupaya memaksa sebagian dari mereka beserta anak-anaknya untuk bekerja sama dengan rezim tersebut.

Hamas menambahkan bahwa tindakan-tindakan ini membuktikan adanya pelanggaran sistematis terhadap hak-hak warga Palestina, dengan tujuan menebar ketakutan dan mencegah mereka kembali ke rumah-rumah mereka.

Dalam pernyataannya, Hamas menyerukan kepada organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional untuk mendokumentasikan kejahatan dan pelanggaran tersebut terhadap warga Palestina yang kembali ke Gaza, serta mengajukan tuntutan hukum terhadap rezim ini di pengadilan internasional yang berwenang, guna memaksa para pemimpin Tel Aviv bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan keji yang dilakukan terhadap rakyat Gaza.

Baca juga: Krisis Kesehatan di Gaza: Ribuan Pasien Menanti Layanan Medis Spesialis

Hamas juga mendesak para mediator dan negara-negara penjamin perjanjian gencatan senjata agar mengambil langkah-langkah serius untuk menghentikan kejahatan fasis musuh Zionis, serta memaksa Tel Aviv membuka penyeberangan Rafah secara normal tanpa pembatasan, dan menjamin kebebasan serta keamanan para pelintas keluar-masuk, sesuai dengan ketentuan perjanjian gencatan senjata di Gaza.

Sumber-sumber pers melaporkan bahwa dari 42 warga Palestina yang berupaya memasuki Gaza pada Senin sore, 30 orang di antaranya dilarang masuk, setelah menjalani interogasi di lebih dari satu titik sepanjang jalur kepulangan, dan akhirnya dipulangkan kembali ke Mesir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *