Hamas Kecam Serangan Israel terhadap Tim Pertahanan Sipil di Rafah

Rafah

Gaza. Purna Warta – Dalam pernyataan resmi pada Jumat (24/3/2025), kelompok perlawanan yang berbasis di Gaza itu mengungkapkan bahwa penemuan terakhir 15 jenazah petugas tanggap darurat—yang terkubur di pasir di sebelah kendaraan mereka yang hancur di lingkungan Tel al-Sultan dan al-Baraksat, Rafah—menunjukkan betapa kejamnya serangan terbaru Israel.

Hamas menekankan bahwa penargetan sengaja terhadap pekerja kemanusiaan saat mereka menjalankan tugas merupakan pelanggaran berat hukum perang dan bagian dari serangan rezim Zionis terhadap warga sipil di Gaza.

“Mesin perang Israel tidak mengenal batas dalam kebrutalannya,” bunyi pernyataan tersebut.

Hamas juga mengecam diamnya komunitas internasional menghadapi kejahatan semacam ini, menyebut sikap pasif tersebut sebagai keterlibatan tidak langsung yang tak bisa diterima. Mereka menuntut pertanggungjawaban dunia atas kegagalan menghentikan apa yang disebut sebagai “kampanye pemusnahan sistematis.”

Gerakan itu mendesak PBB, lembaga-lembaga khususnya, serta organisasi kemanusiaan internasional—khususnya Komite Internasional Palang Merah (ICRC)—untuk segera mengambil tindakan dan membuka penyelidikan internasional atas kekejian terbaru Israel.

Petugas Medis Ditemukan Tewas dengan Kondisi Mengenaskan

Pada Kamis malam (23/3), Palang Merah Palestina bekerja sama dengan UN OCHA memasuki kawasan Tel Sultan dan menemukan jenazah seorang petugas medis Pertahanan Sipil dari sembilan orang yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Laporan Pertahanan Sipil menyebutkan bahwa tim yang tiba di Tel Sultan dikejutkan dengan penemuan jenazah pemimpin misi mereka, Anwar Abdel Hamid al-Attar, yang telah dimutilasi.

“Kami juga menemukan ambulans dan truk pemadam kebakaran Pertahanan Sipil, bersama kendaraan Palang Merah Palestina, benar-benar hancur akibat serangan Israel,” tambah laporan itu. “Perlengkapan keselamatan yang dikenakan tim ditemukan terkoyak, menunjukkan bahwa pasukan Israel menargetkan mereka secara langsung sebelum menggunakan buldoser untuk menyembunyikan jenazah.”

Lima petugas Pertahanan Sipil masih dinyatakan hilang di Tel Sultan.

Serangan Brutal Israel di Rafah

Pada Minggu (19/3), militer Israel melancarkan serangan darat dan udara besar-besaran di Tel Sultan, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil. Ribuan orang, termasuk petugas medis dan tim penyelamat, terjebak dalam situasi berbahaya.

Palang Merah Palestina sebelumnya melaporkan kehilangan kontak dengan staf mereka setelah pasukan Israel mengepung tim evakuasi yang berusaha menyelamatkan korban serangan udara dan artileri di Rafah.

Gencatan Senjata Hancur, Korban Tewas Terus Bertambah

Israel meluncurkan serangan udara mendadak di Gaza pada 18 Maret 2025, menewaskan 855 orang dan melukai hampir 1.900 lainnya. Serangan ini juga menggagalkan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas serta pertukaran tahanan.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 50.251 warga Palestina tewas (sebagian besar perempuan dan anak-anak) dan 114.025 lainnya luka-luka dalam serangan brutal Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *