Hamas: Di tengah Berlanjutnya Pembunuhan dan Agresi, Penyerahan Senjata Perlawanan tidak Mungkin Dilakukan

Hamasz

Al-Quds, Purna Warta – Mengutip kantor berita Palestina “Shehab”, Mahmoud Mardawi, salah satu pemimpin Hamas, menegaskan bahwa penyerahan senjata perlawanan tidak mungkin dilakukan selama pembunuhan dan agresi rezim pendudukan terus berlangsung. Ia menyatakan bahwa senjata perlawanan hanya akan diserahkan kepada negara Palestina apabila negara tersebut telah terbentuk.

Ia menambahkan bahwa perlawanan tetap berkomitmen pada gencatan senjata, seraya mengatakan bahwa Hamas mematuhi kesepakatan tersebut, namun pihak musuh bertindak seolah-olah tidak terikat pada apa pun. Perlawanan, tegasnya, tidak akan pernah meletakkan senjatanya selama rezim pendudukan tidak mematuhi pelaksanaan perjanjian yang telah ditandatangani.

Pemimpin Hamas tersebut juga menyatakan bahwa penarikan rezim pendudukan dari Jalur Gaza serta komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan merupakan jalan menuju proses politik yang nyata. Setiap langkah untuk melepaskan senjata di tengah dukungan rezim pendudukan terhadap milisi lokal, menurutnya, merupakan tindakan yang tidak mungkin dan tidak bertanggung jawab terhadap rakyat Palestina dan tujuan nasionalnya.

Sebelumnya, harian The New York Times melaporkan dengan mengutip sejumlah pejabat yang mengetahui persoalan tersebut bahwa Amerika Serikat tengah menyiapkan proposal kepada Hamas terkait penyerahan senjata yang mampu menargetkan rezim Zionis, namun akan mengizinkan Hamas mempertahankan sebagian senjata ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *