Gaza Terkepung Limbah Militer Israel; Ancaman Kesehatan dan Lingkungan

Kesehatan Gaza 2

Al-Quds, Purna Warta – Channel 12 rezim Zionis dalam laporan yang kontroversial dan mengejutkan mengungkap bahwa sejumlah besar limbah militer tentara Israel menumpuk di belakang “garis kuning” di Rafah yang dikendalikan oleh pihak pendudukan Zionis; situasi yang menimbulkan ancaman kesehatan dan lingkungan yang serius bagi warga Gaza.

Dokumen dan bukti yang diperoleh jaringan tersebut menggambarkan kondisi yang mengkhawatirkan mengenai realitas tersembunyi di kedalaman Jalur Gaza. Media Zionis itu mengklaim bahwa penumpukan limbah terjadi akibat perselisihan internal antara militer dan Kementerian Perang rezim Zionis, dan perselisihan tersebut bahkan memicu krisis dalam persoalan kebersihan paling mendasar.

Personel militer Israel yang berada di Rafah mengklaim bahwa karena perselisihan anggaran dan organisasi, limbah di pangkalan dan pos-pos militer tidak dibersihkan. Salah seorang dari mereka dalam wawancara dengan Channel 12 televisi Israel menyatakan bahwa Kementerian Perang menolak mengumpulkan limbah dari kawasan tersebut. Situasi telah memburuk hingga limbah menumpuk dan menimbulkan bahaya kesehatan yang serius.

Para tentara yang marah itu menegaskan bahwa penumpukan limbah bukan sekadar persoalan bau tak sedap atau pemandangan yang tidak menyenangkan, melainkan ancaman yang dapat menarik hama dan penyakit serta berubah menjadi risiko kesehatan yang serius. Salah satu dari mereka memperingatkan, “Kami tidak bisa berperang sementara dibiarkan seperti ini di tengah tumpukan sampah.”

Sebelumnya, sejumlah sumber berbahasa Ibrani juga melaporkan bahwa rezim Zionis dalam tindakan yang dinilai ilegal dan bertentangan dengan hukum kemanusiaan telah membawa truk-truk pengangkut sampah dan limbah konstruksi hingga kedalaman 200 hingga 300 meter ke Jalur Gaza dan membuangnya di sepanjang jalan. Truk-truk tersebut kemudian kembali dalam keadaan kosong dan kembali diisi oleh buldoser untuk mengulangi proses yang sama, guna membuang muatan limbah mereka di Gaza.

Pada saat yang sama, dilaporkan bahwa sejumlah besar sampah dan limbah konstruksi yang dihasilkan oleh tentara rezim Zionis selama perang Gaza telah menumpuk di kawasan perbatasan. Limbah tersebut merupakan hasil pembangunan puluhan pangkalan militer, pagar pembatas, jalan, dan penghalang beton di dekat Gaza. Beberapa perwira tentara Zionis juga mengakui bahwa para komandan lapangan memerintahkan truk milik perusahaan-perusahaan tertentu untuk membuang muatan mereka di lokasi mana pun yang mereka inginkan. Hal ini memicu kemarahan warga Gaza, yang menyatakan bahwa rezim Zionis telah menciptakan gunungan sampah di depan rumah mereka.

Sumber-sumber Palestina baru-baru ini juga melaporkan bahwa Jalur Gaza menderita akibat meluasnya tumpukan sampah di berbagai wilayah karena pendudukan Israel mencegah pemindahan sampah warga ke lokasi pembuangan resmi besar di Rafah yang berada di bawah kendali militer Israel.

Situasi ini menyebabkan penumpukan sampah dalam jumlah besar di lingkungan yang dekat dengan kawasan permukiman dan kamp-kamp pengungsi, yang mengancam terjadinya bencana kesehatan bagi warga Gaza serta berdampak pada tanah, air tanah, dan lingkungan secara keseluruhan.

Di banyak kawasan permukiman dan dekat pusat-pusat populasi, termasuk di sekitar rumah sakit — seperti tempat pembuangan sampah di dekat Rumah Sakit Baptist yang hanya berjarak sekitar 200 meter — tumpukan sampah tersebut berada sangat dekat dengan warga. Hal ini secara signifikan memengaruhi kehidupan masyarakat dan menimbulkan risiko kesehatan serta lingkungan yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *