Armada Global 100 Kapal dan 3.000 Aktivis Akan Berlayar dari Barcelona Bulan Depan untuk Mematahkan Pengepungan Gaza

Flotila

Al-Quds, Purna Warta – Sebuah koalisi internasional aktivis mengumumkan rencana pelayaran armada sipil global berskala besar menuju Gaza pada bulan Maret, dengan tujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan, mematahkan blokade Israel, serta menyoroti pelanggaran berkelanjutan Israel, meskipun terdapat gencatan senjata yang rapuh.

Baca juga: China Klasifikasikan Wilayah yang Diduduki Israel sebagai ‘Area Risiko Tinggi’, Larang Semua Investasi Baru

Penyelenggara armada Global Sumud Flotilla pada Kamis menyatakan bahwa misi baru ini akan melibatkan sekitar 3.000 peserta dari sekitar 100 negara, serta lebih dari 100 kapal yang dijadwalkan berangkat menuju Jalur Gaza yang terkepung pada 29 Maret, terutama dari Barcelona, dengan kapal tambahan bergabung dari Spanyol, Tunisia, dan Italia.

Armada ini akan membawa bantuan kemanusiaan, serta tenaga medis, insinyur, dan tim investigasi kejahatan perang, dalam upaya mematahkan blokade Israel terhadap wilayah Palestina yang hancur akibat perang.

Selain armada laut, sebuah konvoi darat paralel yang diperkirakan akan melibatkan ribuan aktivis tambahan juga direncanakan untuk mencoba memasuki Gaza melalui penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir–Gaza.

Pengumuman ini disampaikan di Nelson Mandela Foundation di Johannesburg, Afrika Selatan, sebagai simbol solidaritas historis negara tersebut terhadap Palestina. Sejumlah pembicara hadir, termasuk Mandla Mandela, cucu Nelson Mandela, yang sebelumnya ikut serta dalam armada yang dicegat oleh pasukan Israel.

Mengutip ucapan kakeknya, Mandla Mandela mengatakan,

“Sesuatu selalu tampak mustahil sampai akhirnya dilakukan.”

Ia menambahkan bahwa tujuan misi kali ini jauh lebih luas.

“Kali ini kami berharap ratusan hingga ribuan orang akan mendaftar dan memobilisasi upaya masuk melalui Mesir, Lebanon, Yordania, dan setiap perbatasan lain yang memungkinkan bagi kami untuk memasuki Palestina yang diduduki dan Gaza,” ujarnya, seraya menambahkan,
“Kami ingin menggerakkan seluruh komunitas global untuk bersatu bersama kami.”

Para penyelenggara menggambarkan operasi ini sebagai mobilisasi sipil terbesar yang pernah dilakukan melawan agresi Israel dan perang genosida di Gaza. Mereka menegaskan bahwa armada tersebut akan didominasi oleh pakar tanggap darurat kemanusiaan, dan menekankan bahwa hukum internasional melindungi misi mereka yang bersifat non-kekerasan.

Misi terbaru ini menyusul armada tahun lalu yang melibatkan sekitar 50 kapal dan 500 aktivis, yang dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional.

Baca juga: Human Rights Watch: Kejahatan Perang dan Anti-Kemanusiaan Israel Tak Tertandingi

Menurut penyelenggara, kapal-kapal Israel mendekati armada tersebut dan menggunakan meriam air, yang berujung pada penahanan sekitar 443 peserta, termasuk Mandla Mandela, aktivis iklim Greta Thunberg, serta anggota Parlemen Eropa Rima Hassan.

Mandla Mandela sendiri ditahan setelah kapalnya dihentikan sebelum mencapai pantai Gaza.

Para aktivis menyatakan bahwa upaya baru ini dilakukan di tengah krisis kemanusiaan parah di Gaza, meskipun telah diumumkan gencatan senjata pada Oktober.

Meski Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa ratusan ribu palet bantuan telah memasuki Gaza, Israel disebut telah menangguhkan lebih dari dua lusin organisasi kemanusiaan serta memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan melalui penyeberangan Rafah.

Penyelenggara menyebutkan bahwa sedikitnya 520 warga Palestina telah tewas akibat tembakan Israel sejak 11 Oktober, ketika gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku antara rezim Tel Aviv dan gerakan perlawanan Palestina, Hamas. Puluhan ribu lainnya masih terjebak tanpa evakuasi medis.

Mereka menyerukan kepada komunitas internasional untuk mencegah entitas pendudukan atau negara lain menghalangi armada tersebut, serta menegakkan hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *