Aktivis Umumkan ‘Flotilla Kebebasan dan Sumud’ Besar-besaran untuk Menentang Blokade Gaza

sail

Al-Quds, Purna Warta – Penyelenggara kampanye solidaritas internasional besar mengungkapkan rencana untuk upaya maritim sipil terbesar sejauh ini untuk menembus blokade panjang Israel terhadap Jalur Gaza, dengan armada hingga 200 kapal yang dijadwalkan berangkat pada pertengahan April 2026.

Global Sumud Flotilla (juga disebut sebagai Freedom and Sumud Flotilla) mengumumkan inisiatif ini dalam beberapa pernyataan dan konferensi pers, termasuk yang diselenggarakan oleh peserta Turki di Istanbul pada hari Rabu.

Misi ini menggabungkan elemen-elemen dari upaya Freedom Flotilla Coalition yang sedang berlangsung dengan “Konvoi Sumud,” melanjutkan upaya sebelumnya pada 2025 yang dihentikan oleh pasukan laut Israel.

Menurut pengumuman kelompok ini, flotilla bertujuan berlayar dari beberapa pelabuhan di Mediterania, dimulai dari Barcelona di Spanyol pada 12 April, diikuti keberangkatan dari pelabuhan di Italia dan Tunisia beberapa hari kemudian.

Penyelenggara mengklaim bahwa jumlah kapal yang besar—dilaporkan 200 kapal dalam beberapa pernyataan, meski situs resmi dan laporan sekutu lebih konsisten menyebut lebih dari 100 kapal—akan membuat pasukan Israel sulit mencegat seluruh konvoi.

Misi ini diperkirakan melibatkan ribuan peserta dari sekitar 150 negara, dikoordinasikan dengan dukungan lebih dari 200 organisasi masyarakat sipil di seluruh dunia.

Inisiatif ini digambarkan sebagai upaya sepenuhnya dari rakyat, non-pemerintah, tanpa dukungan resmi negara atau NGO besar. Fokus utama pelayaran April adalah bantuan kemanusiaan dan profesional.

Flotilla berencana membawa lebih dari 1.000 tenaga kesehatan—termasuk dokter, perawat, dan profesional medis lainnya—bersama insinyur, pengacara, penyelidik kejahatan perang, serta pasokan penting seperti obat-obatan penyelamat nyawa.

Penekanan ini merupakan respons terhadap apa yang disebut penyelenggara sebagai penghancuran sistematis infrastruktur kesehatan Gaza di tengah perang yang sedang berlangsung dan pembatasan akses bantuan.

Kampanye Global Sumud musim semi 2026 yang lebih luas juga mencakup konvoi kemanusiaan darat dengan ratusan truk, dengan keberangkatan bertahap untuk menghadapi blokade melalui beberapa rute dan menegaskan hak warga Palestina untuk bergerak bebas serta mengakses perairan teritorial mereka.

Penyelenggara memandang inisiatif ini sebagai tantangan langsung dan non-kekerasan terhadap blokade laut Israel, yang diberlakukan sejak 2007 dan diperketat selama periode perang meningkat.

Mereka menyatakan bahwa Israel telah memberlakukan pengepungan ilegal yang berkontribusi pada krisis kemanusiaan parah, termasuk risiko kelaparan dan pengungsian massal di Gaza.

Kelompok ini mengutip prinsip sumud (keteguhan) dan menyerukan solidaritas global untuk mengakhiri genosida dan pendudukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *