46 Warga Sipil Palestina Tewas Akibat Serangan Tak Henti di Gaza

Syahadat

Gaza, Purna Warta – Sejak pagi hari ini (Minggu), Kota Gaza menjadi sasaran serangan udara dan artileri besar-besaran oleh tentara rezim Israel, yang menewaskan 46 dan melukai puluhan warga sipil Palestina serta menjebak banyak orang di bawah reruntuhan.

Baca juga: Utusan AS Bela Serangan Israel ke Qatar, Sebut Netanyahu “Akan Pergi ke Mana Saja dan Melakukan Apa Saja”

Menurut laporan pemberitaan di Palestina, pihak medis menegaskan bahwa sejak pagi hari, sebanyak 46 warga sipil Palestina tewas akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza, di mana 42 orang di antaranya berada di Kota Gaza — sebuah kota yang kini menghadapi krisis kelaparan, kehancuran, dan pembunuhan massal, sementara pasukan pendudukan berusaha mengosongkannya sepenuhnya dari penduduknya.

Drone militer Israel menargetkan rumah-rumah warga Palestina di sekitar Masjid Al-Aybaki di kawasan Al-Tuffah, timur Gaza. Secara bersamaan, jet tempur Israel melancarkan serangan intensif di beberapa distrik kota.

Di pusat kota, artileri tentara pendudukan menembaki kawasan sekitar Jalan Al-Nafaq secara masif. Di distrik Al-Daraj, serangan udara ke sebuah unit hunian dekat persimpangan Al-Sha’biya menewaskan setidaknya empat orang dan melukai sejumlah lainnya.

Barat laut Gaza juga menjadi saksi ledakan dahsyat, ketika tentara Israel meledakkan beberapa kendaraan lapis baja berisi bom di kawasan pemukiman dan dekat menara Al-Mukhabarat. Rekaman yang beredar mendokumentasikan momen mengerikan dari ledakan-ledakan ini.

Sementara itu, artileri Israel menembaki kawasan Sheikh Radwan di barat laut Gaza dan sekitar persimpangan Al-Ghafri. Sebuah helikopter Apache Israel juga menembakkan tembakan langsung di timur kota Gaza.

Baca juga: Amerika Pertimbangkan Sanksi terhadap ICC atas Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Saksi mata melaporkan adegan tragis di antara reruntuhan. Dalam salah satu serangan ini, seorang bayi dan ibunya tewas akibat pengeboman rumah mereka.

Pihak medis menyatakan bahwa hanya dalam dua serangan terbaru Israel terhadap keluarga Daghmash, Al-Haddad, dan Mohsen, lebih dari 24 orang tewas, sementara banyak lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan rumah yang hancur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *