40 Tentara Israel Tewas dan Terluka dalam Penyergapan Kompleks di Gaza utara

Jihad Islami

Gaza, Purna Warta – Gerakan perlawanan Palestina dari sayap bersenjata Jihad Islam telah mengumumkan telah menewaskan atau melukai sedikitnya 40 pasukan Israel selama penyergapan kompleks yang menargetkan berbagai kelompok pasukan di bagian utara Jalur Gaza.

Baca juga: Whistleblower Membongkar Perintah Militer Israel untuk Membunuh Warga Gaza yang Tidak Bersenjata

Pengumuman tersebut dibuat pada hari Jumat oleh salah satu komandan Brigade al-Quds, sebagaimana sayap militer tersebut dinamai, berbagai media berita perlawanan melaporkan.

Pejabat tersebut menyebutkan lokasi operasi tersebut sebagai lingkungan Shuja’iyyah di Kota Gaza.

Ia memuji serangan tersebut karena “sangat cocok dengan medan operasi,” dan memungkinkan para pejuang perlawanan untuk “mengendalikan musuh dan kendaraannya yang terus maju.” Penyergapan di kompleks tersebut mencakup penargetan sebuah rumah, tempat sekitar 10 pasukan Israel telah membarikade diri mereka, dengan rudal berpemandu.

Sekitar 20 pasukan lainnya juga diserang di dalam gedung lain dengan TBG (granat termobarik) yang mengandalkan penyebaran gas, cairan, atau bahan peledak bubuk. Serangan tersebut juga menampilkan peledakan ladang ranjau, yang berisi enam bahan peledak anti-tank, terhadap kendaraan penyerang.

‘Pasukan melarikan diri sambil berteriak’ Menurut komandan, “Dalam operasi khusus ini, tentara musuh tidak memiliki kemampuan untuk mengambil inisiatif atau merespons.” “Mereka hanya melarikan diri dan berteriak, dan nyaris tidak melepaskan tembakan ke arah pejuang kami.” ‘Mayat hangus’ Penyergapan tersebut, tambah komandan, diikuti oleh pemandangan “mayat Israel hangus” yang tersebar di seluruh lingkungan tersebut. Namun, musuh “berbohong untuk menyembunyikan kerugian di medan perang” dalam kasus ini juga, imbuhnya.

Militer Israel sejauh ini mengakui hanya kehilangan dua prajurit, seraya menambahkan bahwa delapan pasukan lainnya, termasuk prajurit dan perwira, juga terluka akibat serangan perlawanan.

Baca juga: Diplomat Senior: Tidak Ada Kemajuan dalam Hubungan Diplomatik Rusia-Prancis setelah Panggilan Telepon Putin-Macron

Penyergapan itu terjadi sebagai bagian dari operasi pertahanan berkelanjutan para pejuang Palestina dalam menghadapi perang genosida yang dilakukan rezim Israel sejak Oktober 2023 hingga sekarang.

Rezim tersebut memulai perang setelah para pejuang perlawanan Gaza menyusup jauh ke dalam wilayah Palestina yang diduduki, mengepung pangkalan-pangkalan strategis Israel, dan menawan ratusan pemukim ilegal rezim tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *