Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Kantor Berita Palestina Shehab, Kantor Media Tahanan Palestina pada Selasa, 7 Januari, bertepatan dengan Hari Syahid Palestina, merilis data mengenai para tahanan yang gugur di penjara-penjara rezim pendudukan. Disebutkan bahwa Jalur Gaza selama dua tahun terakhir telah menyaksikan gelombang pertumpahan darah yang menyebabkan gugurnya lebih dari 70.000 orang di wilayah tersebut, serta ratusan lainnya di Tepi Barat yang diduduki dan al-Quds.
Kantor Media Tahanan Palestina menambahkan bahwa pada momentum ini pihaknya mengenang para syahid Gerakan Pembebasan Nasional Palestina yang wafat di bawah penyiksaan dan kebijakan “kematian perlahan” di penjara-penjara pendudukan. Sejak 1967 hingga kini, sebanyak 323 tahanan Palestina telah meninggal dunia di penjara-penjara rezim pendudukan, termasuk 86 orang sejak dimulainya perang genosida rezim tersebut terhadap Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, kantor tersebut menegaskan bahwa fakta ini menunjukkan peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kejahatan Zionis terhadap para tahanan Palestina. Disebutkan pula bahwa kejahatan para penjajah Zionis terhadap tahanan Palestina tidak akan dilupakan, dan komitmen terhadap hak serta darah para tahanan akan terus dijaga.
Kantor Media Tahanan Palestina menegaskan tidak akan menghentikan upaya internasionalisasi isu tahanan Palestina di semua tingkatan, baik internasional, regional, maupun lokal, serta akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menghentikan kejahatan sistematis Zionis terhadap para tahanan.
Lembaga tersebut juga menyerukan kepada organisasi-organisasi internasional dan lembaga hak asasi manusia, khususnya Komite Internasional Palang Merah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, agar meninjau kondisi para tahanan Palestina dan berupaya mengakhiri penderitaan mereka.
Dalam pernyataan itu juga ditegaskan permintaan kepada otoritas resmi Palestina agar, berdasarkan kesaksian dan dokumen yang tersedia—yang menunjukkan terjadinya kejahatan keji terhadap para tahanan Palestina—mengambil langkah serius untuk melindungi para tahanan serta menuntut para pelaku kejahatan tersebut di Mahkamah Pidana Internasional.
Hari Syahid Palestina merupakan hari yang memiliki makna mendalam bagi rakyat Palestina dan diperingati setiap tanggal 7 Januari untuk mengenang para syahid yang gugur. Setiap tahun, jumlah mereka bertambah dalam sejarah perjuangan bangsa Palestina, sehingga budaya pengorbanan dan kesyahidan semakin menyatu dengan kehidupan rakyat Palestina, dan pohon perjuangan serta jihad di Palestina kian mengakar dan berbuah.
Hari Syahid Palestina ditetapkan bertepatan dengan syahidnya tokoh pertama revolusi modern Palestina, Syahid Ahmad Musa Salameh, yang gugur pada awal Januari 1965 setelah melaksanakan operasi perjuangan “Terowongan Eilabun”. Tanggal ini juga menandai dimulainya revolusi bersenjata rakyat Palestina, yang setiap tahun diperingati oleh warga Palestina di dalam dan luar negeri melalui lantunan lagu-lagu nasional, pembaruan ikrar setia kepada para syahid, serta peneguhan komitmen untuk melanjutkan jalan perjuangan bangsa Palestina.


