19 Tewas di Gaza Saat Serangan Brutal Israel Meningkat

Gaza, Purna Warta – Pasukan Israel meningkatkan serangan brutal mereka di Gaza pada hari ke-109 perang, menewaskan 19 warga Palestina di selatan sementara perlawanan Palestina melancarkan operasi pembalasan baru di utara dan selatan jalur tersebut.

Baca juga: Warga Sipil Tewas dalam Serangan Drone Israel di Lebanon Selatan

Pada hari ke-109 perang biadab rezim Zionis terhadap Gaza sejak 15 Maret, pasukan pendudukan Israel terus meningkatkan serangan brutal terhadap warga sipil di seluruh jalur tersebut, meskipun AS mengklaim gencatan senjata yang akan segera terjadi.

Media Zionis Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan secara resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas Senin depan.

Hamas menyatakan saat ini sedang berkonsultasi dengan para pemimpin faksi Palestina mengenai proposal gencatan senjata Amerika. “Kami sedang meninjau usulan tersebut dengan semua kelompok nasional,” kata kelompok tersebut.

“Setelah konsultasi selesai, kami akan secara resmi menanggapi para mediator.”

Pernyataan tersebut menekankan bahwa diskusi tersebut bertujuan untuk menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina dan mengamankan bantuan kemanusiaan tanpa batas.

Para pejuang perlawanan Palestina melakukan operasi baru di Gaza utara dan Khan Younis, yang menargetkan posisi militer Zionis.

Media Israel mengecilkan serangan tersebut, menyebutnya sebagai “insiden keamanan.”

Laporan mengonfirmasi bahwa helikopter Israel mendarat di Khan Younis untuk mengevakuasi tentara yang terluka dan tewas.

Sementara itu, tentara Israel, di bawah sensor ketat, mengakui kematian salah satu tentaranya selama bentrokan di Gaza utara.

Secara paralel, Yair Lapid, kepala oposisi Zionis, mengunjungi Uni Emirat Arab dan bertemu dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi.

Lapid juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed untuk membahas perkembangan regional dan upaya untuk membebaskan tawanan Israel yang ditahan di Gaza.

Dalam kejahatan lainnya, pesawat tempur Israel melancarkan gelombang serangan baru saat fajar, yang menargetkan warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis.

Salah satu serangan paling mematikan hari ini menghantam tenda-tenda di daerah al-Mawasi, melukai banyak orang.

Baca juga: Pakar Peringatkan Perang Saudara AS yang Akan Segera Terjadi Saat Keruntuhan Internal Mengintai

Otoritas medis Gaza mengonfirmasi bahwa 19 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza selatan sejak pagi ini.

Di Yaman, ribuan orang berdemonstrasi di provinsi Saada, Raymah, dan Marib sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza.

Dengan meneriakkan “Kami berdiri teguh bersama Gaza dan siap menghadapi para agresor,” para pengunjuk rasa mengecam kejahatan Zionis.

Dr. Khalil al-Daqran, juru bicara Rumah Sakit Syuhada al-Aqsa, memperingatkan tentang bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza.

Ia mengatakan serangan tanpa henti rezim Zionis telah melumpuhkan sistem kesehatan di wilayah tersebut, dengan 23 rumah sakit kini tidak berfungsi sama sekali.

Al-Daqran menambahkan bahwa pendudukan terus memblokir pasokan penting, termasuk susu formula bayi, yang menyebabkan lebih dari 600.000 anak mengalami kekurangan gizi yang mengancam jiwa.

Perang brutal Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 57.130 orang dan melukai 134.592 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *