Krisis Selat Hormuz Mengguncang Negara Yang Sangat Bergantung Pada Impor Minyak Dari Negara-Negara Teluk

bergantung Selat Hormuz

Purna WartaDampak perang dan penutupan Selat Hormuz dengan cepat mulai terasa di Asia, yang sangat bergantung pada ekspor minyak dan produk-produk terkait melalui Teluk Persia. Rasa sakitnya sangat terasa di India, yang merupakan importir gas petroleum cair terbesar kedua di dunia setelah China, dengan jutaan orang bergantung pada tabung gas untuk memasak.

Sebelum perang, lebih dari 130 kapal melewati jalur air tersebut setiap harinya. Lalu lintas seketika terhenti disaat konflik pecah, tanpa adanya tanda-tanda dimulainya kembali lalu lintas pengiriman skala besar bahkan setelah pengumuman gencatan senjata minggu ini.

Yang menambah parah krisis ini adalah banyak dari para pekerja yang terdampar di kapal-kapal tanker di Teluk Persia adalah warga negara India yang belum dapat kembali ke rumah.

Meskipun pemerintah India berusaha meyakinkan masyarakat bahwa pasokan cukup melimpah, kepanikan melanda pada awal Maret. Antrean mengular di SPBU dan pemborongan barang-barang pokok terjadi di mana-mana.

Sebagian besar pasokan tersebut berasal dari pasar tidak resmi, di mana harga jelas saja telah bertambah jika memang ada stok. Biaya tambahan tersebut tentu saja dibebankan kepada para konsumen.

Harga bahan bakar secara historis merupakan masalah sensitif bagi pemerintah India, yang dalam beberapa minggu terakhir telah memberlakukan langkah-langkah darurat untuk mengurangi dampaknya, termasuk mengalihkan pasokan ke layanan darurat seperti rumah sakit.

Perdana Menteri India Narendra Modi membandingkan krisis ini dengan pandemi Covid-19, mengatakan bahwa negara itu bergantung pada Selat Hormuz untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok, termasuk pupuk.

New Delhi menyambut baik gencatan senjata Amerika-Iran, mengatakan bahwa perang tersebut “telah menyebabkan penderitaan yang sangat besar bagi masyarakat dan mengganggu jaringan pasokan dan perdagangan global.”

Sadar akan ketergantungan konsumen terhadap harga LPG, pihak berwenang telah mendorong konsumen untuk mengadopsi gas alam melalui pipa, termasuk dengan kampanye pintu ke pintu. Negara itu menambahkan lebih dari 320.000 sambungan PNG baru pada bulan Maret, kata kementerian perminyakan India dalam sebuah pernyataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *