Kim Jong Un Mendukung Rencana China Terkait Dunia Multipolar

Dunia Multipolar

Purna WartaPemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyuarakan dukungan terhadap upaya China untuk membangun “dunia multipolar” dan menyerukan hubungan mendalam antara sekutu tradisional tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, menurut media pemerintah pada hari Sabtu.

Selama pertemuan yang berlangsung pada hari Jumat, Kim Jom Un mengatakan pemerintahannya akan mendukung penuh upaya China untuk mencapai integritas teritorial berdasarkan “prinsip satu China,” yang merujuk pada posisi resmi Beijing bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China, menurut Kantor pusat berita resmi Korea Utara  (KCNA).

Kim juga menerangkan posisi Korea Utara mengenai isu-isu regional dan internasional secara umum yang menjadi “kepentingan bersama” dan mengatakan bahwa pengembangan hubungan yang berkelanjutan antara kedua negara menjadi lebih penting dalam lingkungan geopolitik saat ini, kata KCNA.

Wang, dalam kunjungan dua hari ke Korea Utara, mengatakan hubungan kedua negara memasuki “fase baru” setelah pertemuan puncak tahun lalu antara Kim dan Presiden China Xi Jinping.

Dengan menganut gagasan “Perang Dingin baru” dan “dunia multipolar,” Kim berupaya keluar dari isolasi internasional dan mendorong kebijakan luar negeri yang lebih tegas dengan memperluas hubungan dengan pemerintahan-pemerintahan yang terlibat konfrontasi dengan Amerika Serikat.

Meskipun Rusia telah menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Kim beberapa tahun terakhir ini, dengan mengirimkan ribuan pasukan dan pengiriman senjata besar untuk mendukung perangnya melawan Ukraina, Kim juga telah menjalin hubungan dekat dengan China, sekutu utama tradisional Korea Utara dan jalur ekonomi vital mereka.

Kim bergabung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam upacara Perang Dunia II di Beijing pada bulan September dan mengadakan pertemuan puncak pertamanya dengan Xi Jinping dalam enam tahun. Ini semua Adalah langkah-langkah yang mendukung upayanya untuk menggambarkan Korea Utara sebagai bagian dari front persatuan melawan Washington.

Korea Utara dan China bulan lalu melanjutkan layanan penerbangan langsung dan kereta penumpang, yang telah ditangguhkan sejak awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020.

Wang tiba di Pyongyang pada hari Kamis dalam kunjungan pertamanya ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Sun Hui dan membahas bagaimana memfasilitasi kerja sama dan pertukaran lebih lanjut serta mengadakan pembicaraan “mendalam” tentang isu-isu internasional, menurut media pemerintah dari kedua negara.

Media pemerintah tidak menyebutkan apakah Wang dan para pejabat Korea Utara membahas isu-isu terkait AS atau perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Kunjungan Wang ke Korea Utara terjadi sebelum Presiden AS Donald Trump melakukan perjalanan ke Beijing untuk pertemuan puncak yang dijadwal ulang dengan Xi Jinping pada bulan Mei. Beberapa pejabat Korea Selatan telah menyatakan harapan bahwa pertemuan Trump-Xi dapat memberikan peluang diplomatik dengan Pyongyang.

Kim telah menangguhkan semua dialog dengan AS dan Korea Selatan sejak runtuhnya diplomasi dengan Trump pada masa jabata pertamanya tahun 2019. Sejak itu, Kim mengambil sikap keras terhadap Korea Selatan, yang sekarang ia definisikan sebagai musuh “bebuyutan”, dan menolak tawaran AS untuk melanjutkan pembicaraan sembari menyerukan Washington untuk mencabut tuntutan denuklirisasi Korea Utara sebagai prasyarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *