Puluhan Ribu Orang di Italia, Yunani, dan Negara Lain Protes Serangan Israel terhadap Armada Bantuan Gaza

Protes Italia

Roma, Purna Warta – Puluhan ribu orang menggelar demonstrasi besar di berbagai negara setelah serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla dan penculikan ratusan aktivis yang berada di atas konvoi kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang terkepung.

Baca juga: Israel Menculik Perawat di Gaza dalam ‘Pelanggaran Nyata’ terhadap Hukum Kemanusiaan

Aksi massa digelar pada Jumat untuk mendukung Palestina sekaligus mengecam serangan agresif Israel terhadap armada kapal bantuan menuju Gaza di perairan internasional.

Demonstrasi puluhan ribu orang terjadi di Roma serta di berbagai ibu kota Eropa, Asia, dan Amerika Latin. Ribuan orang kembali turun ke jalan di Roma, berkumpul di lapangan luas dekat stasiun pusat Termini, tempat layanan kereta dibatalkan atau ditunda hingga 80 menit. Aksi serupa juga berlangsung di kota-kota lain, dari Turin dan Trento di utara hingga Bari dan Palermo di selatan Italia.

Di Milan, lautan manusia bertepuk tangan sambil mengibarkan bendera Palestina, membawa spanduk raksasa bertuliskan: “Bebaskan Palestina, Hentikan Mesin Perang.”

Seorang mahasiswa berusia 19 tahun, Giordano Fioramonti, mengatakan:
“Ini adalah kewajiban sipil kami untuk menunjukkan kemarahan dan ketidakpuasan terhadap apa yang terjadi di dunia, terhadap pemerintah kami, untuk mendukung armada bantuan, terutama Palestina, bagi rakyat Gaza yang dibunuh, disiksa, dan dimusnahkan.”

Para pengunjuk rasa mengecam perlakuan Israel terhadap Global Sumud Flotilla yang berlayar menantang blokade Gaza, di mana PBB melaporkan kondisi kelaparan setelah hampir dua tahun perang.

Serikat buruh terbesar Italia mengumumkan mogok nasional, bersamaan dengan aksi protes di kota-kota besar seperti Milan dan Roma, di mana sekitar 10.000 orang turun ke jalan dari Colosseum. Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini memperingatkan bahwa mogok itu membuat satu juta orang terdampar di stasiun kereta.

Media lokal melaporkan lalu lintas komersial di pelabuhan Livorno juga terblokir.

Menurut penyelenggara armada, 42 kapal dicegat angkatan laut Israel pekan ini, dengan lebih dari 400 aktivis ditahan, termasuk 40 warga Italia. Namun, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni enggan mengkritik Israel secara terbuka, mengikuti sikap Presiden AS Donald Trump, sehingga memicu gelombang protes dalam beberapa pekan terakhir.

Ribuan Orang Berdemo di Pakistan dan Bangladesh

Di Pakistan, ribuan orang menggelar unjuk rasa pro-Palestina usai salat Jumat, bergabung dalam aksi global mengecam perebutan armada bantuan oleh Israel. Aksi ini dipimpin oleh partai Jamaat-e-Islami (JI).

Monem Zafar Khan, ketua JI di Karachi, mengatakan:
“Seluruh bangsa di dunia harus mengangkat suara bersama melawan kekejaman Israel. Blokade Gaza adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, dan mereka yang berusaha menghentikannya harus didukung.”

Baca juga: 6 Ambiguitas Strategis Perlawanan Palestina terhadap Rencana Trump untuk Gaza

Ia juga mendesak pemerintah Pakistan untuk mengupayakan pembebasan mantan senator Mushtaq Ahmed Khan, anggota partainya yang ikut dalam armada dan diyakini kini ditahan Israel.

Di Islamabad, ribuan orang meneriakkan slogan anti-Israel, sementara di Bangladesh, ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan dengan bendera Palestina dan poster mengecam Israel.

Kolombia Gelar Aksi Solidaritas

Di Bogotá, Kolombia, para demonstran mengibarkan bendera Palestina dan membawa spanduk besar, menyerukan pembebasan wilayah Palestina.

Sejak akhir Agustus, angkatan laut Israel telah menghentikan seluruh kapal armada bantuan menuju Gaza. Pada Rabu malam, pasukan Israel secara ilegal mencegat dan menyerang kapal-kapal itu di dekat Gaza, menahan para aktivis, lalu memindahkan mereka ke pelabuhan Ashdod.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan memuji militer Israel atas operasi tersebut, meski dilakukan di perairan internasional.

Malaysia: Penahanan Aktivis Bertentangan dengan ‘Nilai Universal’

Di Malaysia, ratusan orang berkumpul di depan Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur untuk memprotes penahanan para aktivis armada bantuan. Mereka menyerukan penghentian segera genosida di Gaza.

Para demonstran mengibarkan bendera Malaysia dan Palestina, sambil membawa poster bertuliskan “Hentikan Genosida” dan “Bebaskan Palestina.”

Aktivis Faris Arriffin mengatakan:
“Mereka (Israel) mencegat kapal-kapal itu dan menculik orang-orang kita yang mencoba mengirim bantuan. Mereka semua ditahan, tapi kami berharap mereka tidak disakiti dan bisa segera kembali dengan selamat.”

Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, memuji para relawan internasional, menyebut misi Global Sumud Flotilla sebagai “semangat kemanusiaan tanpa batas.” Ia menegaskan bahwa penghalangan kapal bantuan kemanusiaan hanya berisi makanan adalah tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai universal.

Menurut Kementerian Luar Negeri Malaysia, sedikitnya 23 warga Malaysia ditahan oleh Israel dari sekitar 400 aktivis asal 50 negara yang ikut misi bantuan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *