Demonstran di London Desak Larangan Israel dalam Ajang Olahraga Internasional

London

London, Purna Warta – Di luar Stadion Wembley yang ikonik di London, demonstran mendesak disampaikan agar Israel dilarang berpartisipasi dalam ajang olahraga internasional, termasuk sepak bola.

Baca juga: Tahanan Global Sumud Flotilla Lakukan Mogok Makan Usai Serangan Israel

“Israel harus dilarang dari segala hal. Mereka harus menjadi negara paria dan dikeluarkan dari setiap organisasi di seluruh dunia,” ujar salah satu pengunjuk rasa.

Bulan ini, badan pengelola olahraga Eropa, UEFA, menunda pemungutan suara terkait sanksi olahraga terhadap Israel, dengan alasan rencana perdamaian yang digagas pemerintahan Trump.

Desakan larangan tersebut muncul setelah para ahli hak asasi manusia PBB menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza dan menyerukan agar komunitas sepak bola internasional bertindak.

“UEFA pada dasarnya tunduk pada tekanan Amerika. Kita tahu rencana perdamaian itu bukanlah perdamaian, melainkan rencana kolonisasi lebih lanjut terhadap rakyat Palestina. Ini tidak akan membantu siapa pun, tidak akan menghentikan genosida. UEFA, FIFA, dan seluruh badan olahraga internasional harus segera bertindak, melarang Israel, mengisolasi Israel, dan mengakhiri genosida ini,” kata Sheila Guhadasan dari Palestine Solidarity Campaign.

Jika UEFA memberlakukan larangan, Israel tidak akan bisa mengikuti kualifikasi Piala Dunia tahun depan yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Para pendukung larangan tersebut menilai Israel seharusnya diperlakukan seperti Rusia, yang dikeluarkan dari ajang olahraga internasional hanya beberapa hari setelah perang di Ukraina meletus.

“Hal yang paling dikhawatirkan Israel adalah kemungkinan mereka dikeluarkan dari UEFA, organisasi sepak bola Eropa. Itu sudah sepantasnya, bahkan sudah lama tertunda. Kita harus realistis; Afrika Selatan pernah dikeluarkan dari FIFA selama 28 tahun hingga akhirnya terjadi perubahan. Proses ini panjang, tapi harus dimulai,” kata Geoff Lee, seorang aktivis.

Kemunculan Israel dalam ajang olahraga lain juga memicu kemarahan. Tahap final turnamen balap sepeda terbesar di Spanyol dibatalkan pada September lalu sebagai bentuk protes, langkah yang didukung pemerintah.

Baca juga: Puluhan Ribu Orang di Italia, Yunani, dan Negara Lain Protes Serangan Israel terhadap Armada Bantuan Gaza

“Sampai kebiadaban ini berakhir, baik Rusia maupun Israel tidak seharusnya ikut serta dalam kompetisi internasional. Organisasi olahraga harus mempertimbangkan apakah etis membiarkan Israel tetap berpartisipasi,” ujar Pedro Sanchez, Perdana Menteri Spanyol.

Para demonstran juga mendesak Inggris mengambil langkah serupa, terutama setelah negara itu mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Tekanan terhadap Israel juga meningkat di sektor lain. Sejumlah negara mengancam akan menarik diri dari ajang Eurovision Song Contest pada Mei 2026 jika Israel tetap diizinkan ikut serta.

Di sisi lain, penentang larangan berpendapat bahwa olahraga dan budaya justru bisa menjadi jembatan antarbangsa dan sebaiknya tidak dipolitisasi.

Namun, pihak yang mendesak pengucilan Israel menegaskan bahwa membiarkan rezim yang dituduh melakukan genosida tetap tampil di ajang global hanya akan menormalkan tindakan brutalnya terhadap rakyat Palestina dan bangsa lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *