Aktivis Inggris Hadapi Sidang Terkait Protes Anti-Israel

London, Purna Warta – Enam aktivis berkebangsaan Inggris dari kelompok terlarang Palestine Action diadili pada hari Selasa atas dugaan menargetkan produsen senjata Israel, Elbit Systems, di Inggris barat daya. Jaksa penuntut mengklaim protes tersebut menyebabkan kerusakan properti dan melukai seorang petugas polisi.

Baca juga: Duta Tiongkok: Jepang Tidak Pantas Mencalonkan Diri sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB

Enam aktivis berkebangsaan Inggris dari Palestine Action, sebuah kelompok terlarang di Inggris, hadir di pengadilan pada hari Selasa dengan tuduhan merencanakan perusakan properti milik produsen senjata Israel, Elbit Systems.

Jaksa penuntut mengatakan para terdakwa dengan cermat merencanakan serangan pada Agustus 2024 di fasilitas Bristol, yang diduga mengakibatkan kerusakan properti dan cedera seorang petugas polisi.

Dalam persidangan, Hakim Jeremy Johnson menginstruksikan juri untuk mengesampingkan pandangan pribadi tentang perang dua tahun rezim Israel di Gaza, dengan mengatakan bahwa pendapat tersebut tidak relevan dengan persidangan.

Ia juga mengatakan bahwa pertanyaan tentang legalitas pelarangan Palestine Action tidak berpengaruh pada kasus ini, dan mendesak para juri untuk “menilai kasus ini berdasarkan bukti.”

Sidang diperkirakan akan berlangsung selama 10 minggu.

Beberapa aktivis yang ditahan memulai aksi mogok makan bulan ini untuk memprotes “penyiksaan sistematis” oleh otoritas penjara.

Baca juga: Diplomat Rusia: Belum Ada Keputusan AS Terkait Proposal New START Moskow

Kasus ini menyoroti ketegangan antara aktivis yang menargetkan produsen senjata Israel atas kekejaman rezim di Gaza dan penegakan hukum pelarangan oleh pemerintah Inggris.

Para terdakwa menghadapi dakwaan terkait kerusakan kriminal dan penyerangan selama persidangan berlangsung, dengan pengadilan berfokus pada bukti perencanaan, niat, dan hasil nyata dari protes bulan Agustus tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *