Teheran, Purna Warta – Republik Islam Iran dan Pakistan menekankan perlunya upaya media bersama untuk memerangi berita palsu.
Dalam pertemuan antara Duta Besar Iran untuk Pakistan dan kepala kantor berita resmi Pakistan, kedua pihak menekankan peran penting interaksi berkelanjutan antara IRNA dan Associated Press of Pakistan (APP) dalam menghadapi berita palsu dan meningkatkan hubungan bilateral.
Selama kunjungannya ke markas APP di Islamabad pada hari Sabtu, Duta Besar Iran Reza Amiri Moghaddam mengadakan pembicaraan dengan Muhammad Asim Khichi, Direktur Utama kantor berita Pakistan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan hubungan bilateral antara Iran dan Pakistan, dengan fokus khusus pada peningkatan kerja sama media.
Merujuk pada kerja sama jangka panjang antara IRNA dan APP sebagai kantor berita resmi kedua negara tetangga, duta besar Iran menggarisbawahi bahwa peran lembaga resmi tersebut sangat berpengaruh dalam melawan fenomena distorsi berita dan penyebaran disinformasi.
Iran dan Pakistan menyerukan kerja sama media resmi untuk melawan berita palsu
Memuji dukungan rakyat dan pemerintah Pakistan untuk bangsa Iran selama perang 12 hari yang dipaksakan oleh rezim Zionis, Amiri Moghaddam menyatakan, “Kedua negara telah terbukti sebagai teman satu sama lain di masa-masa sulit.”
Duta besar menekankan pentingnya diplomasi perdamaian Teheran di kawasan tersebut dan menyoroti peran penting diplomasi publik dan interaksi media bilateral dalam mengidentifikasi jalan baru untuk kerja sama.
Menguraikan langkah-langkah Republik Islam untuk membuka penyeberangan perbatasan baru dengan Pakistan dan meluncurkan penerbangan langsung antara Islamabad dan Teheran, ia menambahkan bahwa banyak pejabat tinggi Iran telah mengunjungi Islamabad dalam beberapa bulan terakhir, di mana Presiden Pakistan juga secara resmi diundang untuk melakukan kunjungan resmi ke Teheran.
Sementara itu, Direktur Utama kantor berita resmi pemerintah Pakistan memuji posisi Iran, khususnya dalam dukungannya terhadap Palestina.
Ia menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat interaksi media antara kedua negara dan memanfaatkan kapasitas media untuk memperluas hubungan ekonomi dan sosial.


