New York, Purna Warta – Perusahaan perdagangan energi besar dunia, Vitol, diperkirakan akan memuat pengiriman pertama naphtha dari Amerika Serikat menuju Venezuela akhir pekan ini sebagai bagian dari kesepakatan pasokan yang didukung pemerintah AS. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk mendukung pemulihan sektor minyak Venezuela setelah perubahan politik baru-baru ini.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Vitol akan memuat sekitar 460.000 barel naphtha dari pelabuhan Houston untuk dikirimkan ke Venezuela dalam beberapa hari mendatang. Produk naphtha ini digunakan sebagai diluen untuk mengencerkan minyak mentah berat Venezuela sehingga bisa dipindahkan dan diolah di fasilitas penyulingan.
Pengiriman tersebut merupakan yang pertama di bawah perjanjian pasokan baru dengan pemerintah AS, yang diumumkan beberapa hari lalu oleh Presiden Donald Trump sebagai bagian dari strategi untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela setelah sanksi dan blokade lama.
Sumber Reuters menyatakan bahwa Vitol telah menyewa kapal Hellespont Protector untuk memuat tangki naphtha dan akan berangkat menuju Venezuela dalam beberapa hari ke depan. Perusahaan tidak memberikan komentar resmi mengenai rincian pengiriman tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas, di mana pedagang komoditas seperti Vitol dan Trafigura sepakat membantu pemerintah AS dalam memasarkan minyak mentah Venezuela ke pasar global menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS.
Dengan aliran naphtha dari AS ke Venezuela diperkirakan akan menggantikan pasokan dari Rusia yang sempat melayani kebutuhan diluen bagi minyak Venezuela, analis industri menyatakan bahwa program ini dapat membantu meningkatkan produksi minyak mentah Venezuela yang sebelumnya mengalami penurunan.


