Caracas, Purna Warta – Venezuela disebut sebagai salah satu negara dengan harta kekayaan bawah tanah terbesar di dunia, menjadikannya sorotan geopolitik terutama setelah keterlibatan militer dan minat Amerika Serikat dalam sektor energi serta sumber daya strategisnya.
Negara di Amerika Selatan ini memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, dengan estimasi sekitar 303 miliar barel minyak mentah, melampaui Arab Saudi sekaligus menyumbang sekitar 17% dari total cadangan global. Sebagian besar minyak itu terkonsentrasi di Sabuk Minyak Orinoco, terutama di ladang besar seperti Carabobo Field yang menyimpan minyak berat ekstra, meskipun produksi aktual masih jauh di bawah kapasitas historis karena salah urus, sanksi, dan infrastruktur yang menurun.
Namun “emas hitam” itu hanyalah permukaan dari kekayaan geologi Venezuela. Negeri ini juga kaya mineral strategis lain yang dinilai sangat bernilai bagi industri modern:
- Cadangan bijih besi besar yang tersebar di Sabuk Besi Imataca dan wilayah Cerro Bolívar, dikenal sebagai salah satu konsentrasi bijih besi berkualitas tinggi di dunia, menjadikannya aset penting bagi industri baja global.
- Deposito emas besar, termasuk di wilayah Orinoco Mining Arc, menjadikannya salah satu cadangan emas terbesar di Amerika Latin.
- Bauksit, bahan utama untuk aluminium, dalam jumlah besar.
- Nikel, batu bara, dan gas alam dengan cadangan yang berada di peringkat atas dunia.
- Mineral tanah jarang dan coltan (digunakan dalam komponen elektronik) yang penting bagi teknologi tinggi dan energi terbarukan.
- Deposit berlian dan berbagai logam kritis lain yang kini belum banyak dieksploitasi karena kendala politik, infrastruktur, dan sanksi internasional.
Kombinasi ini membuat Venezuela bukan hanya negara dengan “minyak raksasa”, tetapi juga potensi mineral yang sangat diincar oleh pasar teknologi dan energi masa depan. Para analis menilai bahwa nilai ekonomi bijih besi sendiri bisa sangat besar jika dieksploitasi secara optimal—dengan perkiraan nilai triliunan dolar, terutama jika ditambah margin operasi tinggi yang biasanya dinikmati oleh produsen mineral besar.
Bagi Washington, perhatian terhadap Venezuela bukan sekadar soal minyak, tetapi bagaimana mengakses dan mengembangkan berbagai sumber daya strategis itu dalam konteks persaingan geopolitik dan pasokan mineral global.


