Utusan AS Dorong Perundingan dengan Iran, “Israel” Dilaporkan Cemas

Utusan AS Dorong Perundingan dengan Iran, “Israel” Dilaporkan Cemas

New York, Purna Warta – Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dilaporkan berupaya memajukan perundingan dengan Iran, demikian dilaporkan saluran televisi Israel i24NEWS pada Selasa.

Menurut laporan tersebut, Witkoff telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada akhir pekan lalu. Keduanya membahas kemungkinan menggelar pertemuan dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya membuka jalur dialog.

Di saat yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan keamanan terbatas pada Senin malam bersama sejumlah pejabat senior pertahanan, menyusul perkembangan terbaru terkait Iran.

Laporan itu menyebutkan bahwa Israel memantau secara ketat dinamika di Iran serta pernyataan dari Gedung Putih, terutama di tengah upaya Witkoff mendorong dialog langsung mengenai program nuklir Iran.

Kekhawatiran Israel atas Fokus Perundingan

Menurut i24NEWS, meski pejabat Israel masih memilih bungkam, kekhawatiran dinilai jelas terlihat. Israel disebut cemas bahwa perundingan tersebut hanya akan berfokus pada program nuklir Iran, sehingga memberi Teheran ruang untuk memulihkan diri dan melanjutkan penindasan terhadap aksi protes di dalam negeri.

Laporan itu juga mencatat bahwa Israel diyakini tidak akan menghadapi kesulitan besar untuk menerima situasi di mana Iran tetap mengoperasikan jaringan proksinya di Timur Tengah serta memulihkan program rudal balistiknya, selama pembatasan internasional hanya diarahkan pada aspek nuklir.

Sebelumnya, pada 12 Januari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi bahwa jalur komunikasi antara Abbas Araghchi dan Steve Witkoff masih aktif. Ia menyatakan bahwa pesan-pesan disampaikan sewaktu diperlukan.

Dalam konferensi pers mingguan, Baghaei menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomasi dan mendorong perundingan yang ia sebut “setara dan berimbang.”

Trump Bahas Opsi terhadap Iran

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para pejabat tinggi pemerintahannya pada Selasa untuk menilai langkah-langkah potensial terhadap Iran, di tengah berlanjutnya kerusuhan bersenjata di negara tersebut. Informasi ini dilaporkan The Wall Street Journal dengan mengutip sumber pemerintah.

Pertemuan tersebut diperkirakan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. Sejumlah opsi yang dilaporkan tengah dipertimbangkan meliputi serangan siber terselubung terhadap infrastruktur militer dan sipil Iran, penambahan sanksi, hingga serangan militer terbatas.

Meski belum ada keputusan final yang diperkirakan diambil, Gedung Putih disebut sedang menimbang berbagai skenario seiring meningkatnya protes anti-pemerintah di Iran. Seorang pejabat Gedung Putih kepada CNN menyatakan bahwa pengerahan pasukan darat AS ke Iran saat ini tidak menjadi opsi.

Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa Trump telah menerima pengarahan terkait opsi militer dan “secara serius mempertimbangkan” pemberian otorisasi serangan yang menargetkan aparat keamanan Iran.

Pada 9 Januari, Trump kembali meningkatkan ketegangan dengan Iran melalui ancaman serangan militer yang ia sebut belum pernah terjadi sebelumnya. Ia mengklaim memiliki sejumlah opsi yang “sangat destruktif” dan memperingatkan bahwa Iran akan diserang pada tingkat yang “bahkan tidak akan mereka percayai.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *