Trump: Rusia dan Ukraina Memiliki Kebencian yang Sangat Dalam

Trump 1

Washington, Purna Warta –  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Moskow dan Kyiv memiliki “kebencian yang sangat dalam” satu sama lain, meskipun upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Ukraina terus menunjukkan kemajuan.

Dalam pernyataannya yang dilaporkan oleh RIA Novosti dan dikutip Mehr News Agency, Trump mengklaim bahwa “setiap minggu, 2.500 pemuda tewas” dalam konflik ini.

“Saya pikir kita sedang membuat kemajuan, tetapi ada kebencian yang sangat besar di antara kedua belah pihak,” ujar Trump.

Wakil Presiden AS Klaim Kesepakatan Gencatan Senjata Hampir Final

JD Vance, Wakil Presiden AS, dalam kunjungan kontroversialnya ke Greenland, juga menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata terkait serangan terhadap infrastruktur energi telah tercapai antara Rusia dan Ukraina.

“Kami juga hampir menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata di Laut Hitam. Begitu ini tercapai, kami akan bekerja pada tahap berikutnya,” tambah Vance.

Pembicaraan AS-Rusia: Upaya Menghentikan Perang

Pernyataan ini muncul di tengah negosiasi AS-Rusia yang bertujuan memulihkan hubungan bilateral dan menghentikan konflik antara Moskow dan Kyiv.

Pada 18 Maret, Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas kemungkinan gencatan senjata dan menyepakati penghentian serangan terhadap infrastruktur energi selama 30 hari.

Namun, Rusia menuduh Ukraina berulang kali melanggar kesepakatan ini. Moskow menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan tetapi akan memberikan “tanggapan yang proporsional” jika Kyiv terus melanggarnya.

Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Negosiasi

Riyadh, ibu kota Arab Saudi, minggu ini menjadi tuan rumah pertemuan baru antara delegasi Rusia dan AS. Pembicaraan ini berfokus pada pemulihan kesepakatan ekspor gandum, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *