Trump Dikabarkan Pertimbangkan Opsi Serangan terhadap Iran

Trump Dikabarkan Pertimbangkan Opsi Serangan terhadap Iran

New York, Purna Warta Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah secara serius mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap Iran sebagai respons atas kerusuhan yang masih berlangsung di negara tersebut. Informasi ini disampaikan The New York Times dengan mengutip sejumlah pejabat senior Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, Trump telah menerima paparan mengenai berbagai skenario, termasuk kemungkinan serangan terhadap target non-militer di Teheran serta aparat keamanan Iran. Meski belum ada keputusan final, para pejabat AS memperingatkan bahwa setiap aksi militer berpotensi memicu serangan balasan terhadap personel militer dan fasilitas diplomatik AS di kawasan, sehingga Washington perlu menyiapkan langkah antisipasi.

Trump sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan kemungkinan intervensi AS dalam kerusuhan di Iran, dengan dalih untuk “menyelamatkan para pengunjuk rasa.”

Pemerintah Iran secara konsisten mengecam apa yang mereka sebut sebagai campur tangan asing dalam urusan domestik, khususnya dari Amerika Serikat dan “Israel”. Teheran juga menyerukan kepada negara-negara kawasan agar menolak upaya-upaya pemecah belah yang dinilai bertujuan menciptakan ketidakstabilan regional.

Penangkapan meluas di tengah kerusuhan

Di dalam negeri, otoritas Iran melaporkan telah menahan lebih dari 100 orang di sejumlah provinsi terkait kerusuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah menyebut gangguan keamanan tersebut dipicu oleh campur tangan asing yang memanfaatkan protes ekonomi.

Di Provinsi Lorestan, pasukan keamanan yang bekerja sama dengan unsur militer dan intelijen menahan lebih dari 100 orang atas dugaan keterlibatan dalam aksi-aksi yang mengganggu keamanan di beberapa kota, menurut laporan kantor berita Tasnim.

Pihak berwenang juga mengumumkan pembongkaran dua “sel teroris”, masing-masing terdiri dari empat orang di Borujerd dan tujuh orang di Khorramabad. Kelompok tersebut disebut bersenjata api dan senjata tajam serta diduga merencanakan aksi kekerasan.

Kepolisian memuji kerja sama masyarakat dan mengimbau warga untuk melaporkan informasi terkait keamanan melalui saluran resmi Kementerian Intelijen dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Tokoh utama kerusuhan ditangkap

Sementara itu, di Provinsi Khorasan Utara, sumber keamanan menyebut bahwa tokoh-tokoh kunci kerusuhan di ibu kota provinsi Bojnourd telah ditangkap setelah serangkaian penyelidikan. Para tersangka disebut memiliki keterkaitan langsung dengan organisasi asing yang terlibat dalam pengorganisasian dan pengarahan kerusuhan.

Sumber tersebut menambahkan bahwa para tersangka berkomunikasi dengan perantara yang terhubung dengan badan intelijen asing serta terlibat dalam aksi perusakan. Pengakuan mereka, menurut laporan, mengungkap rencana untuk merekayasa korban jiwa dan menyalahkan Republik Islam Iran, yang dinilai menunjukkan tujuan yang melampaui aksi protes damai.

Otoritas menegaskan bahwa penangkapan akan terus berlanjut hingga stabilitas sepenuhnya pulih di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *