New York, Purna Warta – Lebih dari 450 tokoh Yahudi dari seluruh dunia menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para pemimpin dunia untuk menjatuhkan sanksi terhadap rezim Israel atas kekejaman genosida yang tak termaafkan di Jalur Gaza.
Baca juga: Kunjungan Wakil Trump ke Tel Aviv; Apa yang Dikejar Amerika Serikat?
Dalam surat terbuka, para penandatangan — termasuk mantan pejabat Israel, penulis, dan seniman pemenang penghargaan — menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan rezim Tel Aviv di wilayah pesisir Gaza maupun di Tepi Barat yang diduduki, demikian laporan The Guardian pada Rabu.
Para penandatangan memperingatkan bahwa tindakan Israel secara sistematis melanggar hukum internasional serta nilai-nilai dasar yang dibentuk untuk mencegah kekejaman massal.
“Kami tidak melupakan bahwa begitu banyak hukum, piagam, dan konvensi yang dibuat untuk melindungi kehidupan manusia lahir sebagai respons terhadap Holocaust,” tulis surat itu.
“Perlindungan tersebut kini telah dilanggar tanpa henti oleh Israel.”
Beberapa nama terkenal yang menandatangani surat tersebut antara lain mantan Ketua Knesset Avraham Burg, negosiator Daniel Levy, penulis Michael Rosen dan Naomi Klein, sutradara Jonathan Glazer, serta aktor Wallace Shawn dan Ilana Glazer.
Seruan kolektif tokoh Yahudi dunia ini menegaskan bahwa pemerintah dunia harus mengambil langkah konkret untuk mencegah penderitaan lebih lanjut terhadap rakyat Palestina.
Surat itu menyerukan agar negara-negara:
Menghormati keputusan pengadilan internasional,
Menghentikan pengiriman senjata ke Israel,
Menegakkan sanksi yang ditargetkan, dan
Memastikan akses kemanusiaan penuh ke Gaza.
Para penandatangan juga mengecam “tuduhan palsu antisemitisme” yang kerap digunakan untuk menyerang mereka yang menyerukan perdamaian dan keadilan.
“Kami menundukkan kepala dengan kesedihan mendalam saat bukti terus menumpuk bahwa tindakan Israel akan dinilai memenuhi definisi hukum dari genosida,” demikian isi surat tersebut.
Baca juga: Mahkamah Internasional Membantah Klaim Israel soal Infiltrasi Hamas ke UNRWA
Pernyataan itu menyoroti semakin besarnya kesadaran di komunitas Yahudi global mengenai skala pelanggaran rezim Israel.
Survei terbaru yang dikutip The Guardian menunjukkan bahwa 61 persen warga Yahudi Amerika percaya Israel telah melakukan kejahatan perang terhadap warga Palestina, sementara 39 persen menyatakan Israel melakukan genosida.
Para penandatangan menegaskan bahwa solidaritas mereka terhadap rakyat Palestina berakar pada tanggung jawab moral dan sejarah.
“Solidaritas kami dengan rakyat Palestina bukanlah pengkhianatan terhadap ajaran Yahudi,” tulis mereka,
“melainkan perwujudan sejati dari nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.”
Sejak Oktober 2023, lebih dari 68.200 warga Palestina — sebagian besar perempuan dan anak-anak — telah tewas, dan lebih dari 170.300 lainnya terluka akibat perang genosida yang dilancarkan oleh rezim Israel di Jalur Gaza.
Perang ini memperburuk puluhan tahun pendudukan, blokade, dan pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis, menciptakan apa yang kini oleh banyak ahli disebut sebagai bencana kemanusiaan buatan manusia terbesar di abad ini.


