Seorang Perempuan Migran Tewas Ditembak Polisi AS, Trump Berikan Dukungan

Muhajirat

Moskow, Purna Warta – Menurut pemberitaan Sputnik, seorang pengemudi kendaraan tewas pada Rabu di Kota Minneapolis, Amerika Serikat, setelah ditembak oleh salah satu petugas Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Operasi tersebut dilakukan dalam kerangka kebijakan pemerintahan Donald Trump yang bertujuan memperketat penegakan hukum imigrasi di kota-kota besar.

Insiden ini, sebagaimana dilaporkan media-media Amerika, memicu gelombang kritik dan perdebatan tajam terkait dugaan penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh aparat kepolisian AS.

Pejabat pemerintah federal Amerika Serikat menyatakan bahwa penembakan tersebut dilakukan dengan alasan membela diri. Namun, Wali Kota Minneapolis menyebut insiden itu sebagai tindakan yang “ceroboh dan tidak perlu,” serta menilainya sebagai cerminan eskalasi berbahaya dalam metode pelaksanaan operasi imigrasi.

Peristiwa ini merupakan perkembangan terbaru dalam rangkaian operasi penegakan hukum imigrasi pemerintahan Trump sejak 2024 dan mencerminkan peningkatan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Insiden tersebut tercatat sebagai kasus kelima kematian yang berkaitan dengan operasi imigrasi di beberapa negara bagian AS dalam periode terakhir.

Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa petugas polisi yang menembak seorang perempuan di Negara Bagian Minnesota bertindak untuk membela diri.

Trump mengklaim bahwa penyebab terjadinya insiden-insiden tersebut adalah karena apa yang ia sebut sebagai “kiri ekstrem” yang setiap hari mengancam, menyerang, dan menjadikan petugas imigrasi serta aparat keamanan sebagai sasaran.

Dengan memberikan dukungan penuh terhadap tindakan keras terhadap para migran, Trump menyatakan bahwa aparat penegak hukum harus didukung dan dilindungi dari gerakan kiri ekstrem yang, menurutnya, menyebarkan kekerasan dan kebencian.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengatakan bahwa anggaran militer Amerika Serikat pada tahun mendatang seharusnya mencapai 1,5 triliun dolar AS, bukan hanya satu triliun dolar.

Ia menambahkan bahwa demi kepentingan Amerika Serikat di tengah kondisi yang sulit dan berbahaya saat ini, anggaran militer untuk tahun 2027 tidak seharusnya dibatasi pada satu triliun dolar, melainkan harus ditingkatkan menjadi satu setengah triliun dolar.

Trump menegaskan bahwa peningkatan anggaran tersebut akan memungkinkan Amerika Serikat membangun kekuatan militer ideal yang selama ini diinginkannya, serta menjamin keamanan negara dari berbagai ancaman.

Presiden AS itu juga kembali menyinggung kebijakan penerapan tarif bea masuk terhadap negara-negara lain, dengan mengklaim bahwa tanpa pendapatan besar dari tarif tersebut, anggaran militer akan tetap berada di angka satu triliun dolar.

Ia menambahkan bahwa berkat penerapan tarif bea masuk, Amerika Serikat kini mampu membangun kekuatan militer yang belum pernah ada sebelumnya, melunasi utang, serta memberikan keuntungan finansial yang signifikan kepada warga Amerika berpenghasilan menengah.

Trump juga menyatakan bahwa Venezuela berkomitmen untuk menjalin hubungan dagang dengan Amerika Serikat sebagai mitra utama, yang menurutnya akan sangat menguntungkan bagi rakyat Venezuela.

Ia menambahkan bahwa Venezuela hanya akan membeli produk-produk Amerika menggunakan dana yang diperoleh dari perjanjian minyak baru.

Tindakan polisi Amerika Serikat ini terjadi di tengah hasil jajak pendapat media-media AS yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh warga Amerika tidak mendukung rencana Donald Trump untuk melakukan deportasi massal terhadap para migran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *