Sekretaris Jenderal PBB Mendesak Dialog di Tengah Memburuknya Kekurangan Bahan Bakar di Kuba

New York, Purna Warta – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terus mengikuti situasi di Kuba karena negara kepulauan itu bergulat dengan kekurangan bahan bakar yang semakin memburuk, kata juru bicaranya pada hari Senin.

Baca juga: Kremlin Menyatakan Baik China Maupun Rusia Tidak Melakukan Uji Coba Nuklir Rahasia

“Sekretaris Jenderal telah mengikuti situasi di Kuba dengan sangat cermat, dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa beliau sangat prihatin dengan situasi di Kuba, yang semakin memburuk karena kebutuhan minyak terus tidak terpenuhi,” kata Stephane Dujarric dalam konferensi pers, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency.

Mengingat seruan berulang Majelis Umum PBB untuk mengakhiri “embargo yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Kuba,” Dujarric mengatakan bahwa Guterres “ingin melihat semua pihak kembali melakukan dialog dan menghormati hukum internasional.”

“Namun tim kami di lapangan bekerja sama dengan Pemerintah untuk membantu mendukung bantuan kemanusiaan bagi rakyat Kuba,” tambahnya.

Baca juga: 9 Pemain Ski Hilang, 6 Diselamatkan setelah Longsor Salju di dekat Danau Tahoe di California

Krisis bahan bakar Kuba memburuk setelah AS memutus pasokan minyak dari sekutu lamanya, Venezuela, yang telah mengirimkan puluhan ribu barel setiap hari ke pulau itu.

Gangguan tersebut terjadi setelah operasi AS yang menculik mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan penyitaan kapal tanker minyak, yang secara efektif menghentikan pengiriman bahan bakar utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *